• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Burung Kuau Raja Muncul di Hutan Lindung Sungai Lesan, Pertanda Ekosistem Masih Terjaga

by Redaksi
12 November 2025 22:06
in Daerah
A A
0

Burung Kuau Raja terekam kamera jebak milik Conservation Action Network (CAN) di Hutan Lindung Sungai Lesan, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kemunculan satwa langka ini menjadi indikator penting bahwa ekosistem hutan masih terjaga dengan baik. (Foto: ist)

BERAU, Fokusborneo.com – Ditengah rimba Sungai Lesan yang berada di Kecamatan Kelay, kabupaten Berau, Kalimantan Timur secercah cahaya dari kepunahan tertangkap kamera jebak yang dipasang oleh Conservation Action Network (CAN).

Burung Kuau Raja yang saat ini terancam punah terlihat muncul dan melakukan tariannya untuk menarik betina selama musim kawin tiba. CAN menyebut Kuau Raja sebagai burung penari di lantai hutan. Burung ini hidupnya sangat bersih. Sebelum menari dan perkawinan burung ini selalu membersihkan arena.

Baca Juga

Dukung Pembentukan KPID di Daerah Perbatasan, Pemprov Raih Anugerah KPI 2025

Wagub Audiensi Wamenaker RI Bahas Percepatan Pembangunan BLK di Kaltara

Dishub Kaltara Implementasikan QRIS di Pelabuhan Tengkayu I, Wujud Transformasi Digiport 

Sukses Gelar Rehabilitasi Pemasyarakatan Bersama BNNP Kaltara, Warga Binaan Optimis Raih Hidup Yang Lebih Baik Tanpa Narkoba 

“Di Hutan Lindung Sungai Lesan kita menemukan banyak sekali satwa, dan yang paling menarik adalah burung kuau. Sebab sudah cukup jarang ditemukan di Kalimantan. Dalam kamera jebak yang kami pasang, ada banyak sekali yang tertangkap kamera,” ujar Principal CAN Paulinus Kristanto.

Kuau, mengibarkan ekornya seperti burung merak untuk menarik betina. Selain itu juga untuk menandai wilayahnya. Temuan ini cukup penting, karena salah satu indikator sebuah kawasan itu benar-benar aman.

“Sebagai perbandingan, satwa orang utan tetap aman di area yang berkonflik. Sementara kuau harus hidup betul-betul aman jauh dari orang atau aktivitas manusia, tidak terbiasa aktivitas berisik, ” tambahnya lagi.

Bahkan kawasan bengalon  dan di beberapa hutan lindung yang terfragmentasi juga sudah tidak pernah muncul lagi. Burung kuau selalu menjauh dari aktivitas manusia. Ini mengindikasikan kondisi ekosistem di Hutan Lindung Sungai Lesan sangat bagus.

Burung Kuau sendiri adalah inspirasi suku Dayak Kalimantan dalam tarian yang melambangkan keindahan dan harmoni. Banyak hiasan dari bulu burung Kuau dipakai oleh para pembesar suku Dayak. Bulu burung Kuau juga digunakan saat menikah, ada pula yang ditaruh di tameng.

“Bisa dibilang begini, masyarakat percaya burung Kuau itu selain keindahan, burung Kuau punya kekuatan magis. Mampu melindungi, itu kepercayaannya. Ketika di beberapa tempat menangkap burung Kuau tidak dibenarkan oleh tetua adat,” ceritanya kepada media ini.

Ia menerangkan secara adat burung Kuau terlindungi. Hilangnya burung ini karena ekosistem berubah. Hilangnya tutupan hutan itu paling berpengaruh. Sekarang hampir setiap kampung sudah tidak ada dan susah sekali mendengar suara burung Kuau lagi.

“Perlu diingat, mereka (masyarakat adat) mengambil bulu burung Kuau tidak dengan berburu, melainkan ditemukan. Kebanyakan warga mendapatkan bulu ketika masuk ke hutan. Sebab ketika burung kuau menari di area yang telah dibersihkan, mulai dari membersihkan hingga menari, bulu pasti ada yang jatuh,” jelasnya lagi.

Tim patroli banyak menemukan bulu burung Kuau di titik-titik tertentu. Bulu yang jatuh sejatinya adalah bulu terbaik, bulu yang panjang dan punya keindahan. Sehingga bagi masyarakat adat dayak, meski bulu burung Kuau punya keindahan dan daya magis, tetap bulu diambil tidak dengan memburu burung Kuau, melainkan menjelajahi hutan untuk menemukan bulu jatuh.

“Sebab itu bulu burung Kuau terbaik,” ungkapnya.

Status burung Kuau di International Union for Conservation of Nature (IUCN) hanya berstatus rentan yang seharusnya sudah hampir punah. Hingga saat ini tidak ada yang cukup kompeten menilai kondisi populasi burung Kuau, di mana sebarannya saat ini. Berdasarkan kondisi di lapangan, sangat jarang ditemui di lapangan. Perkembangbiakannya tidak begitu cepat. Kondisinya di alam liar terus menurun.

“Tidak ada data secara spesifik. Ini tantangan kita semua. jika tidak serius, bisa jadi kita terlambat. Kita lupa sama data itu, makanya butuh memang lembaga-lembaga konservasi burung untuk melihat lebih detail Kuau ini. Kuau dilindungi secara undang-undang, itu sudah jelas, tapi apakah secara status perlu ditingkatkan, CAN memandang sangat perlu,” ungkapnya menyayangkan hal tersebut.

Dari sisi konservasi ia merasa hal ini sangat penting, untuk sesegera mungkin membangun langkah konservasi terhadap Kuau sebelum terlambat. Jangan ketika sudah genting baru membangun rencana konservasi. Harus di awal, hutan dipetakan, apakah ada kuau?. Baginya ini menjadi sangat penting karena Kuau sangat bergantung pada hutan yang masih bagus. Tanpa itu maka, bisa dipastikan populasi mereka akan terus menyusut bahkan hilang.

Punahnya burung Kuau akan sangat berdampak pada budaya. Bagaimana tarian seekor burung yang memasuki masa berkembang biak merepesentatfikan keindahan hutan, harmoni hutan, yang selama ini diambil dari tarian Kuau?. Bagaimana kehidupan Kuau dan kelompoknya?.

“Ketika Kuau hilang, apa yang bisa dilihat, apa yang bisa dipelajari oleh budaya. Akan berdampak pada kekosongan nilai budaya pada tarian. Itu juga berhubungan dnegan pakaian adat. Kalau tidak ada apa yang mereprentasikan kehidupan budaya dan hutan itu, ” sesalnya.

Kuau sendiri juga sudah lama menghilang dari pantauan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam yang dikelola Conservation Action Network. Padahal dulu sering hampir setiap hari terdengar suara Kuau.

Keberadaan Kuau di Hutan Lindung Sungai Lesan menjadi penting sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan hutan itu. Sebab hutan lindung Sungai Lesan berada di hulu sungai Kelay. Posisi ini menjadi krusial karena menjadi sumber filter air yang masih bagus. Karena di daerah hilirnya, itu sudah berubah fungsi kawasannya, baik itu untuk pertambangan, perkebunan, penebangan pohon dan lain sebagainya. Selain itu, hutan lindung ini juga Untuk mencegah banjir, erosi, memastikan kualitas air, sehingga posisi hutan lindung sangat penting.

Hutan lindung menjadi menjadi kawasan penyangga satwa liar. Ketika satwa liar kehilangan habitatnya, diubah fungsinya, maka satwa ini bisa berpindah secara sendirinya ke area hutan lindung sungai Lesan. Maka fungsi dari penjaga hutan atau forest guardian ini memastikan, ekosistem hutan lindung tetap sehat seperti sekarang dan yang menjadi ancaman terhadap hutan lindung saat ini adalah penebangan liar, perburuan, dan aktivitas pembukaan lahan secara ilegal.(**)

Tags: Burung DilindungiBurung PenariConservation Action NetworkEkosistem HutanHutan Lindung Sungai LesanKeanekaragaman HayatiKonservasi BerauKuau RajaPaulinus KristantoSatwa Langka Kalimantan
ShareTweetSendShareSend

Berita Lainnya

Daerah

Dukung Pembentukan KPID di Daerah Perbatasan, Pemprov Raih Anugerah KPI 2025

12 Desember 2025 20:16
Daerah

Wagub Audiensi Wamenaker RI Bahas Percepatan Pembangunan BLK di Kaltara

12 Desember 2025 18:26
Dorong Digitalisasi Pembayaran, BI Resmikan QRIS Tap Mall dan Pelabuhan Tengkayu 1 SIAP QRIS
Daerah

Dishub Kaltara Implementasikan QRIS di Pelabuhan Tengkayu I, Wujud Transformasi Digiport 

12 Desember 2025 08:22
Daerah

Sukses Gelar Rehabilitasi Pemasyarakatan Bersama BNNP Kaltara, Warga Binaan Optimis Raih Hidup Yang Lebih Baik Tanpa Narkoba 

12 Desember 2025 07:39
Daerah

Pemprov Kaltara Siap Tingkatkan Kesiapsiagaan Jelang Natal dan Tahun Baru

11 Desember 2025 17:51
Daerah

Jalin Sinergi, Danlanud Anang Busra Courtesy Call ke Bupati Tana Tidung

11 Desember 2025 13:34
Next Post
Raih HSSE Award : PLN UIP KLT Angkat Kisah Pengabdian Satuan Pengamanan

Raih HSSE Award : PLN UIP KLT Angkat Kisah Pengabdian Satuan Pengamanan

Kapolda Kaltara Dampingi Gubernur Tinjau Kawasan Industri Strategis PT. KIPI dan PT. KAI

Pertumbuhan Kafe dan Wisata Baru Dongkrak Pajak Daerah, BPPDRD Balikpapan Optimis Capaian Meningkat

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Ancaman Nyata Kenaikan Suhu, BMKG Minta Masyarakat Tidak Lagi Anggap Sepele

    Ancaman Nyata Kenaikan Suhu, BMKG Minta Masyarakat Tidak Lagi Anggap Sepele

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disperindagkop Kaltara Tegaskan NIB Syarat Mutlak UMKM Terima Bantuan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DLH Tarakan Tegaskan Larangan Penambatan Kapal di Pagar Taman Berlabuh Lingkas Ujung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rayakan Ragam Kesenian Nusantara:Otorita IKN Gelar Malam Apresiasi Insan Budaya, Pariwisata, dan Ekraf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ESDM Kaltara Usulkan 27 Situs Warisan Geologi Menjadi Kawasan Geopark

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Dukung Pembentukan KPID di Daerah Perbatasan, Pemprov Raih Anugerah KPI 2025

12 Desember 2025 20:16

Sinergi Brimob dan Petugas Rutan, Keamanan Lapas Berau Semakin Diperkuat

12 Desember 2025 19:43
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP