• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Skandal Solar Balikpapan Menghangat, Ahli Sebut Unsur Penipuan dan Penggelapan Mulai Terlihat

by Redaksi
11/05/2026
in Daerah, Kriminal
A A

Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan dan penggelapan jual beli solar digelar di Pengadilan Negeri Balikpapan, Senin (11/5/2026).

BALIKPAPAN, Fokusborneo.com  – Sidang lanjutan perkara dugaan penipuan dan penggelapan jual beli solar dengan terdakwa HA di Pengadilan Negeri Balikpapan, Senin (11/5/2026), semakin mengerucut pada dugaan unsur pidana.

Dalam sidang keempat tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi dan satu ahli pidana untuk memperkuat konstruksi perkara, terutama terkait dugaan pengalihan aset perusahaan yang sebelumnya menjadi bagian dari jaminan perkara perdata.

Baca Juga

Kaltara Terima Rp41,5 Miliar, Gubernur Fokuskan untuk Rehabilitasi Hutan

Warga Pesisir Bandara Juwata Menuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan yang Tertunda Puluhan Tahun

Bandara Juwata Urus Sertifikat BMN, Pemkot Tarakan Kawal Ganti Rugi Lahan

Antisipasi Uji Operasi Kilang Baru, KPB Edukasi Dini Warga Sekitar

Persidangan berlangsung dinamis saat pembahasan menyoroti dugaan niat pembayaran terdakwa serta penjualan sejumlah aset kendaraan milik PT Dharma Putra Karsa.

Saksi korban, Linawati mengaku tidak mengenal terdakwa secara pribadi. Namun dirinya dimintai keterangan penyidik Ditreskrimum Polda Kaltim terkait penelusuran aset kendaraan perusahaan.

“Dari hasil penelusuran, ada tiga unit kendaraan yang diketahui sudah keluar daerah dan beralih kepemilikan melalui aplikasi,” ujarnya di hadapan majelis hakim.

Tiga kendaraan tersebut sebelumnya tercatat sebagai aset PT Dharma Putra Karsa yang disebut telah dijual terdakwa selaku direktur perusahaan.

Sementara itu, saksi Limjan Tambunan selaku Kalimantan dan Sulawesi Division Head Sinarmas Land memberikan keterangan terkait proyek kerja sama dengan perusahaan terdakwa.

Ia menegaskan seluruh pembayaran proyek telah diselesaikan sesuai kontrak kerja yang berjalan sejak 2013 hingga 2015.

“Pekerjaan poros utama Grand City selesai dan pembayaran sudah lunas sampai masa pemeliharaan,” jelasnya.

Menurut Limjan, nilai kontrak awal proyek mencapai sekitar Rp19 miliar termasuk pajak. Namun dalam pelaksanaannya terdapat pengurangan nilai kontrak berdasarkan kesepakatan kedua pihak menjadi sekitar Rp17 miliar.

Ia juga membantah adanya tunggakan pembayaran dari pihak Sinarmas kepada perusahaan terdakwa sebagaimana sempat disebut dalam perkara.

“Tidak pernah ada informasi bahwa Sinarmas belum melakukan pembayaran,” katanya.

Keterangan tersebut menjadi perhatian dalam persidangan karena sebelumnya terdakwa disebut berdalih keterlambatan pembayaran kepada pemasok solar terjadi akibat proyek yang belum dibayar pihak pemberi kerja.

Sidang kemudian berlanjut dengan pemeriksaan ahli pidana dari Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Prija Djatmika, S.H., M.S.

Dalam keterangannya, ahli menilai perkara tersebut tidak lagi sebatas wanprestasi perdata, melainkan mulai memenuhi unsur pidana penipuan dan penggelapan.

“Minyak sudah dipakai untuk kepentingan pembeli tetapi tidak dilakukan pembayaran. Ini bukan sekadar wanprestasi,” ujar Prof Prija.

Menurutnya, unsur pidana semakin kuat ketika aset yang sebelumnya telah menjadi jaminan dalam putusan perdata justru dialihkan atau dijual kepada pihak lain.

“Ketika barang jaminan sudah diputus dalam perkara perdata lalu dialihkan, maka itu masuk penggelapan,” tegasnya.

Ahli juga menjelaskan putusan perdata yang telah berkekuatan hukum tetap semestinya menjadi dasar pelaksanaan eksekusi terhadap aset jaminan, bukan dipindahtangankan.

Selain itu, Prof Prija turut menyoroti status tahanan kota yang diberikan kepada terdakwa. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi proses persidangan.

“Pada saat proses di Polda Kaltim, terdakwa merupakan tahanan di dalam sel. Itu berbeda dengan kondisi sekarang,” ujarnya.

Kuasa hukum terdakwa, Yusuf Hakim, sempat mempertanyakan apakah penjualan aset otomatis memenuhi unsur pidana apabila terdakwa masih memiliki niat melakukan pembayaran, termasuk apabila hasil penjualan aset digunakan membayar sebagian utang.

Namun ahli menegaskan kewajiban pembayaran tetap harus dipenuhi secara utuh, termasuk memastikan nilai jaminan mencukupi kewajiban yang ada.

Ketua majelis hakim, Indah Novi Susanti, dalam persidangan juga menyinggung perkembangan mediasi antara kedua pihak dan menanyakan kemungkinan adanya titik temu terkait nilai kerugian.

Sidang dijadwalkan kembali berlangsung Kamis (14/5/2026) dengan agenda pemeriksaan lanjutan, termasuk mendengarkan keterangan terdakwa dan tambahan saksi ahli.

Sementara itu, korban JM yang diwakili anaknya, CH, mengatakan pihaknya masih berpegang pada putusan perkara perdata sebelumnya, meski peluang penyelesaian tetap terbuka.

“Namun itikad baik tetap kami buka, kami masih lihat nanti,” ujarnya. (oc)

Tags: Ahli pidana Universitas BrawijayaDugaan penipuan dan penggelapanHA terdakwa solarkasus solar BalikpapanPengadilan Negeri BalikpapanPengalihan aset perkara perdatapenggelapan solarPT Dharma Putra KarsaSidang kasus solar miliaranSidang penipuan solar

Berita Lainnya

Kaltara Terima Rp41,5 Miliar, Gubernur Fokuskan untuk Rehabilitasi Hutan
Daerah

Kaltara Terima Rp41,5 Miliar, Gubernur Fokuskan untuk Rehabilitasi Hutan

12 Agustus 2026 19:09
Warga Pesisir Bandara Juwata Menuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan yang Tertunda Puluhan Tahun
Daerah

Warga Pesisir Bandara Juwata Menuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan yang Tertunda Puluhan Tahun

12 Agustus 2026 16:53
Bandara Juwata Urus Sertifikat BMN, Pemkot Tarakan Kawal Ganti Rugi Lahan
Daerah

Bandara Juwata Urus Sertifikat BMN, Pemkot Tarakan Kawal Ganti Rugi Lahan

12 Agustus 2026 15:43
Daerah

Antisipasi Uji Operasi Kilang Baru, KPB Edukasi Dini Warga Sekitar

12 Agustus 2026 15:17
Pemprov Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Konten dan Digital Marketing
Daerah

Pemprov Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Konten dan Digital Marketing

12 Agustus 2026 14:39
Daerah

Wabup Sabri: Tradisi Tulak Bala Harus Tetap Berpegang pada Agama

12 Agustus 2026 14:09
Next Post

Pendidikan Antikorupsi Diluncurkan, Kaltara Perkuat Penerapan di Sekolah

Hadiri Rakerwil KSBSI, Kapolda Kaltara Dorong Harmonisasi Hubungan Industrial

Hadiri Rakerwil KSBSI, Kapolda Kaltara Dorong Harmonisasi Hubungan Industrial

Menuju Eliminasi ATM 2030, Sekprov Ajak Semua Sektor Bergerak Bersama

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Suryadi Sangkala Minta BPN Tak Persulit Pengajuan Hak Tanah Warga, Ini Penjelasan BPN

    Suryadi Sangkala Minta BPN Tak Persulit Pengajuan Hak Tanah Warga, Ini Penjelasan BPN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Efisiensi APBD, Wali Kota Tarakan Rampingkan OPD dan Pangkas Jabatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Desak Pengusutan Dugaan Penghinaan Pancasila, Ratusan Warga Datangi Polres Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Medan Tugas ke Arena Kempo, Prajurit Yonif TP 922/Upun Taka Raih Lima Medali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Aliansi Datangi Polres Tarakan, Laporkan Dugaan Penghinaan Pancasila

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Kawal Aspirasi Warga, Herman Hamid Realisasikan Pengaspalan Jalan Pulau Nias di Kampung Satu

Kawal Aspirasi Warga, Herman Hamid Realisasikan Pengaspalan Jalan Pulau Nias di Kampung Satu

13 Agustus 2026 08:21
TPID Balikpapan, PPU, dan Paser Perkuat KAD Hadapi Risiko El Nino

TPID Balikpapan, PPU, dan Paser Perkuat KAD Hadapi Risiko El Nino

12 Agustus 2026 21:09
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP