TARAKAN, Fokusborneo.com – Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Avia Jasa Bandara Juwata Tarakan mengusulkan adanya penyesuaian tarif bagi armada taksi bandara yang berada di bawah naungan mereka.
Hal tersebut dikarenakan tarif yang berlaku saat ini dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi ekonomi sekarang, mengingat terakhir kali diputuskan pada tahun 2016 lalu.
Usulan ini disampaikan langsung Ketua Koperasi Avia Jasa, Ari Saptianur, di sela-sela menerima kunjungan kerja (Kunker) Gabungan Komisi I dan III DPRD Kota Tarakan ke Kantor Koperasi KPN Avia Jasa Bandara Juwata, Senin (25/5/26).
Ari Saptianur menjelaskan dalam kurun waktu satu dekade terakhir, banyak komponen operasional kendaraan yang mengalami kenaikan signifikan. Salah satu indikator utamanya adalah perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Perhitungan tarif ini mengingat sudah beberapa tahun, terakhir diputuskan itu tahun 2016. Sehingga memang dalam 10 tahun ini ada banyak komponen yang harus disesuaikan. Termasuk dulu BBM yang digunakan harganya masih Rp4.500, sedangkan sekarang Pertalite sudah Rp10.000. Itu salah satu contoh riilnya,” ujar Ari.
Untuk merealisasikan hal ini, pihak koperasi akan segera melakukan koordinasi teknis dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan serta Bagian Ekonomi Setda Tarakan sebelum tarif baru disahkan. Usulan draf perubahan sendiri sebenarnya sudah mulai diajukan dan sedang berproses di Dishub.
Berdasarkan perhitungan awal dari pihak koperasi, perubahan tarif taksi bandara berdasarkan pembagian zona (Ring) diantaranya Ring 1 dari Rp65.000 diusulkan menjadi Rp90.000 naik Rp25.000, Ring 2 dari Rp90.000 diusulkan menjadi Rp120.000 naik Rp30.000, serta Ring 3 dari Rp130.000 diusulkan menjadi Rp145.000 naik Rp15.000.
Ari menambahkan, dari nominal tarif tersebut, pihak koperasi hanya memotong retribusi sebesar Rp5.000 per transaksi. Potongan tersebut bersifat akumulatif untuk menutup berbagai biaya operasional bersama.
“Potongan Rp5.000 itu sudah akumulatif untuk semua, termasuk pembiayaan parkir, izin radio, hingga sewa lahan operasional yang ada di area terminal bandara,” bebernya.
Dengan hadirnya para wakil rakyat dari Gabungan Komisi I dan Komisi III DPRD Tarakan ke kantor mereka, Ari menaruh harapan besar agar proses administrasi dan regulasi teknis terkait penyesuaian tarif ini bisa berjalan lebih cepat.
”Harapan kami dengan adanya kunjungan ini, beberapa layanan ke depan akan tertata lebih rapi. Kami juga berharap layanan terhadap masyarakat bisa lebih maksimal, dan percepatan-percepatan teknis lainnya (termasuk legalitas tarif) dapat terealisasi lebih cepat dari yang kami harapkan,” pungkasnya.(*/mt)













Discussion about this post