TARAKAN, Fokusborneo.com – Perusahaan Daerah (Perumda) atau biasa disebut PDAM Air Minum Tirta Alam Kota Tarakan menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga keandalan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Jalur pipa distribusi di kawasan Gunung Slipi yang selama ini kerap mengalami kebocoran akibat pergeseran tanah, kini resmi diganti dengan jalur pipa alternatif baru.
Proyek ini merupakan realisasi dari rencana yang sempat ditinjau langsung jajaran manajemen pada akhir November tahun lalu.
Saat itu, kondisi tanah yang tidak stabil terus-menerus merusak fasilitas pipa dan mengganggu pasokan air bersih warga di wilayah Marconi dan Kampung Satu.
Dalam peninjauan tersebut, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, S.Pd., M.M., M.H., menegaskan perbaikan sementara tidak lagi cukup untuk mengatasi masalah yang terus berulang.
“Ini bolak-balik, bocor terus. Berapa kali sudah bocor ini. Sementara saja. Nanti berarti tahun depan kita ganti saja, anggarkan mandiri PDAM dan jalur lama enggak usah kita pakai lagu,” ujar Iwan Setiawan dikutip dari keterangan video beredar di group WhatsApp (WA), Selasa (9/6/26).
Ia menggarisbawahi dampak langsung yang dirasakan masyarakat jika masalah infrastruktur ini tidak segera dicarikan solusi permanen.
“Kalau begini kan enggak ngalir orang. Kasihan, setengah mati orang enggak ngalir airnya kan,” tambahnya.
Memasuki bulan Juni 2026, janji tersebut resmi diwujudkan. Pihak PDMA Tirta Alam Tarakan langsung tancap gas melaksanakan proyek pemindahan jalur pipa distribusi di kawasan tersebut. Proses pengerjaan pun dikebut siang dan malam demi mempercepat normalisasi sistem.
Iwan Setiawan kembali turun ke lapangan secara langsung untuk mengawal jalannya proyek pengerjaan malam hari. Ia menjelaskan pemasangan pipa baru ini menggunakan metode canggih guna menghindari kerusakan infrastruktur publik yang sudah ada.
“Hari ini kita melakukan pemasangan pipa HDD (Horizontal Directional Drilling), sistem pengeboran tanpa merusak jalan. Ini untuk jalur Marconi dan Kampung Satu,” jelas Iwan Setiawan.
Langkah strategis ini diambil sebagai solusi akhir untuk memutus rantai masalah kebocoran yang disebabkan faktor alam di wilayah perbukitan Gunung Slipi.
“Karena jalur Marconi dan Kampung Satu sering putus pipanya di jalur Gunung Slipi, makanya kita bikin jalur alternatif. Mudah-mudahan nanti kalau pipa ini dipasang, Marconi dan Kampung Satu sudah tidak ada masalah lagi. Dan tidak ada lagi air tidak mengalir karena pipanya bocor, pipanya pecah, pipanya bergeser karena tanah longsor,” pungkasnya.
Menariknya, seluruh rangkaian proyek strategis ini didanai secara mandiri melalui anggaran operasional internal PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, tanpa membebani APBD kota.
Langkah ini menjadi bukti sehatnya pengelolaan keuangan dan tingginya dedikasi pelayanan badan usaha milik daerah tersebut kepada seluruh pelanggan di Kota Tarakan.(*/mt)















Discussion about this post