BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Di sebuah rumah sederhana di Balikpapan Timur, suara mesin jahit menjadi saksi perjuangan Irwan, pemilik usaha Penjahit Qalbu, dalam menata kembali kehidupannya. Setelah meninggalkan pekerjaan demi mendampingi sang istri berjuang melawan kanker hingga akhirnya berpulang pada 2023, Irwan bertahan menghidupi putra semata wayangnya melalui usaha jahit yang dirintis sejak 2019.
Di tengah keterbatasan peralatan usaha, secercah harapan hadir ketika Irwan memperoleh bantuan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN berupa satu unit setrika uap, meja setrika, dan perlengkapan menjahit pada Februari 2025. Bantuan tersebut meningkatkan kapasitas usahanya, jumlah pelanggan terus bertambah, hingga ia berhasil mewujudkan impian memiliki rumah subsidi di kawasan Teritip, Balikpapan Timur.
“Saya sangat bersyukur atas bantuan dari YBM PLN. Peralatan yang diberikan benar-benar membantu usaha saya berkembang. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit kehidupan kami menjadi lebih baik hingga akhirnya bisa memiliki rumah sendiri. Terima kasih kepada seluruh muzaki dan YBM PLN yang telah memberikan harapan baru bagi keluarga kami,” ungkap Irwan.
Semangat yang sama juga dirasakan Abdul Malik (60), pedagang salome di Balikpapan Timur yang mendapatkan bantuan gerobak tahun 2024. Selama empat tahun terakhir, ia menggantungkan hidup dari hasil berjualan salome yang sedikit demi sedikit meningkatkan kesejahteraannya. Dari usaha sederhana tersebut, ia mampu mengumpulkan tabungan hingga membeli sebidang tanah kavling dan membangun rumah sederhana.
Ketua YBM PLN UID Kaltimra, Bambang Heriyanto, mengatakan bahwa kisah para mustahik tersebut menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara produktif mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi penerima manfaat.
“YBM PLN tidak hanya berupaya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong mustahik agar memiliki kesempatan untuk mandiri melalui penguatan usaha yang mereka jalankan. Kami percaya setiap amanah dari para muzaki dapat menjadi jalan bagi lahirnya lebih banyak kisah perjuangan dan keberhasilan seperti yang kami saksikan hari ini,” ujarnya.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan bahwa YBM PLN merupakan wadah bagi insan PLN untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan tepat sasaran.
“Setiap bantuan yang disalurkan bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga ikhtiar untuk menghadirkan harapan dan membuka peluang kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak mustahik yang dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan pada akhirnya mampu menginspirasi lingkungan di sekitarnya,” kata Chaliq.
Melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan, YBM PLN UID Kaltimra terus berkomitmen menyalurkan amanah para muzaki agar memberikan manfaat yang berkelanjutan. Setiap bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi bekal bagi para mustahik untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama keluarga mereka.(**)














Discussion about this post