TIMOR TENGAH UTARA, Fokusborneo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga dengan membangun karakter generasi muda sejak usia dini. Melalui program KPK Mengajar, lembaga antirasuah ini menyambangi SD Negeri 2 Tublopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (22/7).
Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai integritas kepada para siswa, sekaligus mengingatkan pentingnya pemerataan akses pendidikan yang layak, khususnya di wilayah perbatasan.
Baca Juga
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan pendidikan antikorupsi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang berkarakter kuat. Nilai kejujuran, tanggung jawab, keberanian, dan kepedulian perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi fondasi dalam kehidupan mereka ke depan.
“Program KPK Mengajar tidak serta-merta memberantas korupsi di sekolah dasar. Yang kami lakukan adalah menanamkan bibit kejujuran sejak kecil. Harapannya, 15 hingga 20 tahun ke depan, Kabupaten TTU memiliki pemimpin yang berani dan bersih,” ujar Amir.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti pembelajaran antikorupsi melalui metode interaktif dan menyenangkan. Berbagai pendekatan seperti permainan edukatif, pemutaran film, hingga simulasi sederhana digunakan untuk membantu anak-anak memahami pentingnya perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Amir menambahkan, pendidikan antikorupsi akan lebih efektif jika diterapkan dalam tindakan nyata yang dekat dengan keseharian anak-anak, seperti mengerjakan tugas secara mandiri, tidak menyontek, serta berani menyampaikan kebenaran kepada guru.
“Keberanian dan kejujuran harus dilatih sejak kecil. Anak-anak perlu dibiasakan untuk berani mengatakan dan melakukan hal yang benar, meskipun dalam hal-hal sederhana,” katanya.
Kunjungan KPK juga menyoroti kondisi sarana pendidikan di SD Negeri 2 Tublopo. Sekolah yang memiliki 76 siswa tersebut masih menggunakan lantai tanah dan sebagian dinding berbahan bebak. Saat musim hujan, air kerap masuk ke ruang kelas dan mengganggu proses belajar mengajar.
Melihat kondisi tersebut, KPK menilai penguatan integritas perlu berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai. Lingkungan belajar yang aman dan layak dinilai penting untuk mendukung optimalnya pendidikan karakter.
“Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat bersama-sama memastikan anak-anak di Desa Tublopo mendapatkan sarana pendidikan yang layak. Mereka adalah generasi penerus yang akan memimpin daerah ini di masa depan,” ujar Amir.
Kepala SD Negeri 2 Tublopo, Obed Selan, mengapresiasi program KPK Mengajar yang dinilai menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai keberanian dan kejujuran kepada siswa.
“Harapan kami, nilai-nilai tersebut dapat tumbuh dan mengakar sehingga ke depan lahir pemimpin-pemimpin yang jujur dan berani membawa TTU menjadi lebih maju,” kata Obed.
Ia juga berharap pembangunan gedung sekolah permanen dapat segera terealisasi. Menurutnya, masyarakat telah menyediakan lahan, meski sebagian masih berada dalam kawasan hutan dan memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.
Melalui program KPK Mengajar, KPK terus memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi hingga ke berbagai daerah, termasuk wilayah terdepan dan terpencil di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem pendidikan yang menempatkan integritas sebagai fondasi utama, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berani menolak korupsi.(**)














Discussion about this post