BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung pemerataan akses energi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi bersama Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan dan program pembangunan sektor ketenagalistrikan nasional.
Kolaborasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keselarasan antara kebijakan pemerintah dan implementasi program di lapangan, khususnya dalam memperluas akses listrik melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Program Listrik Desa (Lisdes). Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan elektrifikasi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menyampaikan bahwa penyediaan tenaga listrik merupakan salah satu prasyarat utama bagi pembangunan yang berkeadilan. Menurutnya, akses listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan pengembangan potensi wilayah.
“Kami mendukung penuh berbagai program PLN dalam memperluas akses listrik kepada masyarakat, khususnya melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik dan Program Listrik Desa. Kehadiran listrik merupakan investasi sosial yang memberikan dampak luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan PLN perlu terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata,” ujar Syafruddin.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan bahwa dukungan dari Komisi XII DPR RI menjadi energi positif bagi PLN untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin berkualitas di tengah tantangan geografis Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
“Kolaborasi dengan Komisi XII DPR RI merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan ketenagalistrikan. Dukungan terhadap program-program strategis PLN memberikan optimisme bagi kami untuk terus meningkatkan memperluas jangkauan layanan, serta memastikan masyarakat memperoleh akses listrik yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Chaliq.
Ia menjelaskan bahwa PLN terus melakukan berbagai langkah strategis melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur kelistrikan, peningkatan keandalan jaringan distribusi, digitalisasi layanan pelanggan, serta percepatan elektrifikasi di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses. Upaya tersebut merupakan bagian dari transformasi PLN untuk menghadirkan layanan yang semakin responsif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurut Chaliq, listrik memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar memenuhi kebutuhan energi.
“Listrik adalah enabler pembangunan. Kehadirannya membuka peluang tumbuhnya usaha produktif, meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar. Karena itu, kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menghadirkan manfaat listrik yang semakin luas bagi masyarakat,” tambahnya.
PLN UID Kaltimra meyakini bahwa penguatan sinergi dengan DPR RI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan mempercepat terwujudnya sistem kelistrikan yang semakin andal, tangguh, dan inklusif. Melalui kolaborasi tersebut, PLN berkomitmen untuk terus mendukung agenda pembangunan nasional, memperkuat ketahanan energi, serta menghadirkan listrik sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.














Discussion about this post