TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Kondisi fasilitas pendidikan di tengah pertumbuhan penduduk menjadi perhatian Bupati Bulungan Syarwani. Hal itu terlihat saat orang nomor satu di Kabupaten Bulungan tersebut meninjau langsung SDN 020 di Jalan Poros Jelarai Raya Kilometer 2, Kecamatan Tanjung Selor, Sabtu (22/8/2026).
Peninjauan tersebut bermula dari agenda jalan sehat yang diinisiasi pemuda Srimulya KM 2, Desa Jelarai. Kegiatan itu turut diikuti Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Ketua DPRD Bulungan Tasa Gung, serta perangkat kecamatan dan desa setempat.
Setelah jalan sehat, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah. Dalam kesempatan tersebut, ketua panitia menyampaikan sejumlah persoalan fasilitas umum di Dusun Srimulya, termasuk kondisi SDN 020 yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Persoalan yang disampaikan tidak hanya menyangkut kondisi bangunan dan ruang kelas, tetapi juga keterbatasan tenaga pendidik. Panitia kemudian meminta Bupati Syarwani melihat langsung kondisi sekolah untuk mengetahui kebutuhan sebenarnya di lapangan.
Usai pembagian hadiah doorprize, Bupati Syarwani bersama rombongan langsung menuju SDN 020. Di sekolah tersebut, ia melihat kondisi sejumlah fasilitas sekaligus mendengarkan masukan dari kepala sekolah dan para guru.
Dari hasil peninjauan, salah satu persoalan yang paling mendesak adalah keterbatasan ruang belajar. Seiring pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut, jumlah siswa SDN 020 terus mengalami peningkatan hingga mencapai sekitar 450 siswa.
“Kita lihat memang di SDN 020 daya tampung siswa dan siswinya cukup padat. Saat ini jumlah siswanya kurang lebih 450 siswa,” kata Syarwani kepada wartawan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah ruang harus dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, ruang guru terpaksa digunakan sebagai ruang belajar siswa. Beberapa ruang kelas juga dibangun secara sederhana agar tetap dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Syarwani mengatakan, berbagai aspirasi yang disampaikan kepala sekolah dan guru berkaitan dengan sarana dan prasarana merupakan kebutuhan yang sifatnya mendesak.
“Dan yang mereka sampaikan sifatnya sangat mendesak,” ujarnya.
Selain ruang kelas, kondisi lapangan sekolah juga menjadi perhatian. Lapangan tersebut selama ini digunakan untuk upacara maupun berbagai kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler siswa.
“Lapangan memang perlu penataan dan perbaikan supaya kegiatan upacara, kegiatan olahraga adik-adik kita yang ada di SDN 020 ini lebih baik ke depan,” tutur Syarwani.
Tidak hanya infrastruktur, keterbatasan tenaga pendidik juga menjadi salah satu persoalan yang disampaikan pihak sekolah. Kondisi tersebut bahkan membuat kepala sekolah ikut membantu proses belajar mengajar.
“Termasuk kepala sekolahnya ikut membantu mengajar karena keterbatasan tenaga pendidik. Saya sebagai kepala daerah telah melihat langsung kondisi riil di lapangan dan kita akan perjuangkan secara bertahap,” ucapnya.
Menurut Syarwani, penambahan ruang kelas menjadi kebutuhan yang paling mendesak. Apalagi, SDN 020 berada di kawasan yang berkembang dengan jumlah penduduk cukup padat. Kondisi tersebut diperkirakan akan terus mendorong peningkatan jumlah peserta didik setiap tahun.
“Kita prioritaskan ruang belajar. Dan mudah-mudahan bisa bersamaan dengan lapangan upacaranya,” kata Syarwani.
Ia menjelaskan, keterbatasan lahan menjadi salah satu pertimbangan dalam penataan bangunan sekolah. Salah satu opsi yang memungkinkan adalah pembangunan ruang kelas secara bertingkat.
Konsep tersebut masih akan dikaji bersama pihak sekolah dengan mempertimbangkan kondisi lahan serta kemampuan keuangan daerah.
“Itu akan kita rehab pelan-pelan melihat kemampuan keuangan daerah,” tandasnya.
Bupati menegaskan, peninjauan langsung ke sekolah menjadi penting agar pemerintah daerah dapat melihat kebutuhan secara riil dan menentukan skala prioritas pembangunan, khususnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.(**)












Discussion about this post