TARAKAN – Kredit investasi dengan pangsa 32,85% mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 87,94% (yoy) atau senilai 4,36 triliun. Tingginya pertumbuhan pada kredit invetasi ini, di dorong peningkatan kredit investasi pada lapangan usaha pertanian.
“Hal ini sejalan dengan harga komoditas global terutama untuk komoditas kelapa sawit yang terus menunjukkan tren peningkatan harga hingga awal tahun 2022,†kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tedy Arief Budiman melalui keterangan press rilisnya, Rabu (2/3/22).
Selanjutnya kredit modal kerja dengan pangsa sebesar 29,67% berhasil mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,33% (yoy) atau senilai dengan Rp 3,94 triliun.
Sedang posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) di Provinsi Kaltara pada bulan Januari 2022 kembali melanjutkan tren pertumbuhan positif yakni sebesar 15,90% (yoy) atau Rp 14,61 triliun. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat di bulan Januari 2022.
“Peningkatan ini terutama terjadi pada keseluruhan jenis simpanan baik tabungan, deposito, maupun giro dengan rincian,†tambah Tedy.
Tabungan dengan pangsa tertinggi sebesar 54,3% dari total DPK, tumbuh positif sebesar 14,44% (yoy), yaitu dari Rp 6,93 triliun pada Januari 2021, menjadi Rp 7,93 triliun pada Januari 2022.
Deposito dengan pangsa 27,5% mengalami pertumbuhan positif sebesar 11,20% (yoy) atau Rp 4,01 triliun. Capaian ini melanjutkan tren positif pertumbuhan dua digit pada Desember 2021 yang tercatat tumbuh sebesar 10,27% (yoy).
Giro yang memiliki pangsa 18,2% mengalami pertumbuhan sebesar 29,02% (yoy), yaitu dari Rp2,07 triliun menjadi Rp 2,63 triliun.
“Untuk posisi kredit/pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan di Provinsi Kaltara pada Januari 2022 tercatat tumbuh positif 21,24% (yoy), yaitu dari Rp 10,75 triliun pada Januari 2021 menjadi Rp 13,28 triliun pada Januari 2022. Pertumbuhan kredit yang tinggi ini didukung dengan kualitas kredit yang terjaga dengan NPL Gross di level 0,94%, lebih rendah daripada ambang batas aman yaitu 5%,†pungkas Tedy.
Kredit yang disalurkan pada Januari 2022 tersebut terutama disalurkan di Kabupaten Nunukan dengan pangsa mencapai 36,54% dari total kredit yang disalurkan ke Kaltara. Posisi kredit Kabupaten Nunukan pada bulan Januari 2022 tercatat tumbuh sebesar 68,89% (yoy), yaitu dari Rp 2,87 triliun pada Januari 2021 menjadi Rp 4,85 triliun pada Januari 2022.
“Secara sektoral Pada Januari 2022, Lapangan Usaha (LU) Pertanian dan Kehutanan (pangsa 29,64%) menjadi LU dengan pertumbuhan tertinggi mencapai sebesar 121,46% (yoy), terutama didukung oleh kinerja sub sektor perkebunan yang sedang menikmati tren kenaikan harga komoditas CPO,†ujar Tedy.
Selain itu, LU Perdagangan dengan posisi kredit terbesar kedua (pangsa 19,04%) kembali melanjutkan pertumbuhan positif sebesar 17,84% (yoy), terutama didukung mobilitas masyarakat dan tingkat keyakinan masyarakat yang masih cukup tinggi tercermin dari Indeks Google Mobility Report dan Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia Kaltara.
Indeks Keyakinan Konsumen masih melanjutkan tren peningkatan sejak Agustus 2021. Selanjutnya, LU Kontruksi (pangsa 1,92%) mengalami perbaikan pertumbuhan dari bulan sebelumnya, meski masih mengalami kontraksi sebesar 4,04% (yoy) yang disinyalir akibat masih banyaknya perusahaan yang menahan realisasi investasinya.
“Berdasarkan jenis penggunanya, kredit konsumsi dengan pangsa terbesar (37,48%) mengalami pertumbuhan positif sebesar 6,17% (yoy) atau senilai dengan Rp4,97 triliun pada Januari 2022. Kondisi ini didukung oleh masih berlanjutnya kebijakan dari Pemerintah dan Bank Indonesia dalam bentuk insentif dan stimulus hingga awal tahun 2022,†beber Tedy.
Kebijakan tersebut antara lain pelonggaran uang muka (down payment/DP) kredit/pembiayaan kendaraan bermotor dan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit atau pembiayaan properti serta perpanjangan pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk mobil baru yang diperpanjang hingga September 2022.
Perbaikan kredit konsumsi juga tercermin dari optimisme masyarakat pada Survei Konsumen yang menunjukkan tren peningkatan. Selain itu, peningkatan pada kredit konsumsi tersebut juga sejalan dengan mobilitas di Kaltara di bulan Januari 2022 yang terus mengalami peningkatan, bahkan sudah lebih baik dibandingkan kondisi sebelum Covid-19 (Sumber: Google Mobility Index).
“Sementara itu, jika dilihat dari Rasio Kredit dibandingkan dengan Pembiayaan terhadap Dana Pihak Ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) di Provinsi Kaltara pada Januari 2022, terjadi peningkatan sebesar 90,88% dari bulan sebelumnya yang sebesar 89,02%,†tutup Tedy.(**)











Discussion about this post