Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Ekonomi · 27 Des 2022 17:32 WITA ·

Difasilitasi Deddy Sitorus, UMKM dan ADHI Siap Berkolaborasi di Tana Tidung


Anggota DPR RI Deddy Sitorus bersama Kementerian BUMN sosialisasi pengembangan UMKM di KTT. Foto : Ist Perbesar

Anggota DPR RI Deddy Sitorus bersama Kementerian BUMN sosialisasi pengembangan UMKM di KTT. Foto : Ist

TANA TIDUNG – Keberpihakan terhadap sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu prioritas yang ditetapkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Inilah bentuk kontribusi BUMN dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Nasional.

Pernyataan ini disampaikan anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Hanteru Sitorus saat membuka kegiatan sosialisasi peran Kemitraan UMKM – BUMN bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), belum lama ini.

“Saya berharap di Kaltara, Adhi Karya (ADHI) bisa berkolaborasi dengan UMKM setempat,” ungkapnya.

width"450"

Selain pengembangan bisnis, lanjut Deddy Sitorus, ADHI diharapkan memberikan manfaat bagi pemerintah, negara dan masyarakat melalui peningkatan PDB/PDRB, penambahan lapangan kerja serta peningkatan Pajak dan Dividen.

“Sebelumnya ADHI telah mendapatkan persetujuan dari DPR melalui Komisi VI, kemudian diperkuat melalui Perarturan Pemerintah (PP) Nomor 32 tahun 2022 tentang Penambahan Penyertaan modal negara (PMN) ke dalam saham ADHI sebagai dasar hukum dan Persetujuan efektif OJK pada 14 Oktober 2022 lalu,” ujarnya.

ADHI berhasil menyerap dana sebesar Rp2,6 triliun dengan komposisi PMNenyertaan Modal Negara sebesar Rp1,96 triliun dan dana publik sebesar Rp

Anggota DPR RI Deddy Sitorus bersama Kementerian BUMN sosialisasi pengembangan UMKM di KTT. Foto : Ist

689 miliar. Total dana tersebut sepenuhnya dapat dipergunakan untuk setoran modal ke badan usaha untuk pembangunan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN).

 

“Komposisi kepemilikan saham di ADHI yakni 64% dimiliki oleh Negara dan 36% dimiliki oleh Publik,” jelasnya.

Saat ini, ADHI memiliki karya konstruksi monumental yang hingga kini masih dipergunakan seperti stadion utama Gelora Bung Karno, Masjid Istiqlal, Monumen Nasional (Monas), Jembatan Barito, Jembatan Suramadu.

“BUMN ini tidak hanya bergerak
di bidang konstruksi, ada empat lini bisnis utama yaitu engineering & konstruksi, properti dan Hospitaliti, Manufaktur, Investasi serta Konsesi,” beber politisi PDI Perjuangan ini.

Dijelaskannya, saat ini ADHI memiliki 180 Proyek konstruksi yang sedang berjalan. Beberapa proyek besar tersebut, antara lain Proyek Jalan Tol Sigli-Banda Aceh, LRT Jabodebek, MRT Jakarta CP201 dan CP20, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, dan Smelter Manyar di Gresik.

Selain itu, juga ada beberapa proyek di Ibu Kota Negara (IKN) seperti Fender Jembatan Pulau Balang, Hunian Pekerja Konstruksi, Jalan Tol Segmen 3A Karang Joang-Kariangau.

“Proyek besar yang dikerjakan oleh ADHI ini bisa saja melibatkan UMKM setempsat sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya. (pai)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 107 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rakor Penanggulangan Inflasi, Antisipasi Menjelang Panen

30 Januari 2023 - 23:19 WITA

Pimpin Ratas, Presiden Minta Jajaran Waspadai Inflasi dan Kenaikan Harga

30 Januari 2023 - 23:11 WITA

Gerindra Minta Kenaikan Ongkos Haji Rp 69 juta Dikaji Ulang: Terlalu Berat untuk Rakyat

30 Januari 2023 - 22:54 WITA

LTABI 2022, Komitmen BI untuk Indonesia Maju

30 Januari 2023 - 18:49 WITA

Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah

30 Januari 2023 - 15:32 WITA

Anggota DPRD KTT M Dahlan Melaksanakan Reses di Tana Lia

30 Januari 2023 - 10:19 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!