TARAKAN – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatatkan sejarah baru dalam peta perdagangan internasional. Pada Jumat (8/5/2026), Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara secara resmi melepas ekspor langsung perdana komoditas perikanan unggulan dari Bumi Benuanta menuju pasar global.
Kepala BKHIT Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana, menegaskan bahwa momentum ini merupakan buah dari sinergi lintas sektor yang progresif.
“Ekspor langsung ini adalah tonggak bersejarah. Ini hasil nyata akselerasi dan kolaborasi antara Karantina, instansi terkait, serta pelaku usaha untuk membuka akses perdagangan internasional langsung dari wilayah perbatasan,” ujar Ichi dalam keterangannya di Tarakan.
Pada seremoni ekspor perdana ini, komoditas perikanan yang menjadi primadona adalah ikan bawal segar (fresh pomfret fish) dan malung (daggertooth pike conger). Produk-produk ini diberangkatkan langsung dari Tarakan menuju Hong Kong.
Adapun eksportir dilakukan oleh PT. Royal Phinisi Julian, dengan volume pengiriman 25 box, dengan total berat bersih 628 kilogram.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa produk perikanan asal Kaltara memiliki daya saing tinggi dan telah memenuhi standar kualitas internasional yang ketat.
Selama ini, komoditas asal Kaltara seringkali harus melalui transit di daerah lain sebelum menuju negara tujuan. Dengan adanya jalur ekspor langsung (direct export), efisiensi waktu dan biaya logistik dapat ditekan secara signifikan, yang pada akhirnya meningkatkan nilai tambah bagi para pelaku usaha lokal.
Ichi Langlang Buana menambahkan bahwa keberhasilan ini juga merupakan cerminan dari kuatnya sistem perkarantinaan di wilayah perbatasan. BKHIT berkomitmen untuk terus menjamin keamanan dan kesehatan komoditas agar kepercayaan pasar internasional tetap terjaga.
Langkah strategis ini memposisikan Kalimantan Utara bukan lagi sekadar wilayah pinggiran, melainkan gerbang baru perdagangan ekspor Indonesia.
”Kami berharap jalur ini menjadi pembuka jalan bagi komoditas lain. Dengan layanan ekspor yang efektif dan efisien, kita dorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” tutup Ichi. (**)















Discussion about this post