Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Fokus · 17 Mar 2020 00:54 WITA ·

Walikota: Siswa Belajar Dirumah, Dilarang Keluar Daerah


Walikota Tarakan, Khairul. Poto: fokusborneo.com Perbesar

Walikota Tarakan, Khairul. Poto: fokusborneo.com

TARAKAN – Dalam rangka pencegahan wabah virus corona (Covid – 19) pemerintah kota Tarakan meliburkan sekolah atau siswa belajar dirumah mulai Senin, 23 Maret 2020 untuk jenjang Pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah Menengah pertama (SMP) dan perguruan tinggi.

Walikota Tarakan Khairul mengatakan, kebijakan ini diambil berdasarkan surat edaran kemendikbud dan hasil rapat koordinasi bersama universitas, perguruan tinggi, akademi sertai instansi terkait, bahkan untuk UBT sendiri sudah libur sejak Senin (16/3/2020).

“Mahasiswa atau pelajar SD dan SMP tetap belajar dirumah dengan menggunakan sistem online yang telah disiapkan universitas jika mahasiswa dan Disdik untuk SD dan SMP,” jelas Khairul usai pimpin rapat koordinasi di Ruang rapat Walikota Tarakan, Senin (16/3/2020).

Pemerintah berharap bagi mahasiswa yang tidak masuk kampus dan pelajar yang tidak masuk sekolah dan belajar dirumah tidak keluar daerah.

“Kebijakan ini untuk untuk SD, SMP yang menjadi kewenangan kita, TK, Paud termasuk TK Al Qur’an juga sama bermain dan belajar dirumah,” ujarnya.

Belajar dirumah khususnya untuk pelajar SD kelas 1-5 dan SMP kelas 7-8, sementara kelas 6 SD dan kelas 9 SMP sifatnya flakuatif, karena menjelang ujian nasional tetap kontak dengan pembimbing dan sewaktu waktu bertemu.

Baca Artikel Terkait:

“Sekarang Indonesia banyak daerah tertular, diharapkan pelajar tidak pulang kampung atau malah justru liburan kedaerah tertular, sejauh ini lebih aman tinggal di Tarakan,” tegas Walikota Tarakan.

Kebijakan ini akan dilakukan evaluasi 2 minggu sekali dan melihat perkembangan selanjutnya, karena kota Tarakan belum tertular, dan diharapkan mudahan Indonesia diberikan perlindungan dan kondisi ini kembali normal. (wic/iik)

Artikel ini telah dibaca 164 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mulai 29 November, 806 Peserta Akan Ikuti SKB CPNS Kaltara

29 November 2021 - 11:32 WITA

KM Subur Indah Hilang Kontak di Perairan Pantai Amal

29 November 2021 - 10:05 WITA

Panen Perdana, Bawang Merah Berhasil Dibudidayakan di Tarakan

28 November 2021 - 21:12 WITA

Polres Tarakan Amankan Satu Pelaku Pengeroyokan Pelayan THM, 5 Orang Masih Dikejar

27 November 2021 - 20:40 WITA

Polres Tarakan Gelar Vaksinasi Serentak, Dukung 2,3 Juta Dosis se-Indonesia

27 November 2021 - 19:42 WITA

Hadapi Nataru, Putus dan Tutup Ruang Bagi Covid-19

27 November 2021 - 03:57 WITA

Trending di Daerah