Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Kriminal · 15 Nov 2022 09:42 WITA ·

Dugaan Gratifikasi Pejabat KSOP Tarakan, Puluhan Agen Kapal Dimintai Keterangan Penyidik


Kombes Pol Hendy F Kurniawan, Dir Reskrimsus Polda Kaltara. Foto: fokusborneo.com Perbesar

Kombes Pol Hendy F Kurniawan, Dir Reskrimsus Polda Kaltara. Foto: fokusborneo.com

TARAKAN – Puluhan agen kapal dimintai keterangan oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara.

Hal tersebut dilakukan terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh oknum pejabat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan.

Oknum pejabat KSOP Tarakan, IS saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Kaltara dengan pasal gratifikasi dan pemerasan.

width"450"

“Ada sekitar 50 agen kita mintai keterangan, kemudian ada staf,” ujar Dir Reskrimsus Polda Kaltara, Kombes Pol Hendy F Kurniawan, Senin (14/11/2022).

Hendy mengungkapkan, berdasarkan laporan dari agen kapal ada dugaan pemaksaan pemberian sejumlah uang untuk penerbitan warta kedatangan serta ada juga penerbitan surat persetujuan berlayar (SPB).

Selain membuat resah agen kapal, dampak pungutan di jasa angkutan tersebut efeknya dapat menyebabkan inflasi di Kaltara karena semua kebutuhan pasti naik.

“Pungutannya bervariasi, berkisar antara Rp 40juta sampai Rp120 Juta,” ungkapnya

“Salah satu contoh yang memuat pancang dari perusahaan BUMN dimintai Rp 200 juta, kita lakukan pemantauan dan penindakan,” sambungnya.

IS dalam melakukan tindak kriminal ini yakni setiap ada kapal yang hendak bersandar dan agen yang bermohon surat persetujuan berlayar, IS meminta pembayaran sesuai dengan PNBP monitor agen.

Hasil operasi OTT beberapa waktu lalu, penyidik sudah mengamankan barang bukti berupa 3 buah amplop berisi uang tunai Rp 35 juta, kemudian Rp 40 juta hasil penggeledahan, dan jam tangan mewah.

Saat ini tersangka sudah dilakukan penahanan sejak Jumat, 11 November 2022 di rumah tahanan Polda Kaltara. Is sangat kooperatif selama proses penyidikan. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lagi, 116 Karung Balpress Tangkapan Lantamal XIII Dimusnahkan

28 Januari 2023 - 12:39 WITA

Warga Perbatasan Serahkan Senpi Penabur Kepada Satgas Pamtas Yonarmed 5 Pancagiri

25 Januari 2023 - 21:28 WITA

Hadiri HUT ke 5, Walikota Berharap Satrol Lantamal XIII Tarakan Tetap Maju

24 Januari 2023 - 14:00 WITA

Persoalan GTM, Walikota Sebut Pemkot Netral

23 Januari 2023 - 03:43 WITA

Dapat Somasi, Cinema XXI Belum Banyak Komentar

22 Januari 2023 - 14:54 WITA

Kurator Layangkan Somasi ke Cinema XXI

22 Januari 2023 - 07:44 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!