• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Memahami Kebijakan Quantitative Easing

Opini Oleh: Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M / Dosen STIE Bulungan Tarakan

by Redaksi
7 Mei 2020 23:30
in Opini
A A
0
Memahami Kebijakan Quantitative Easing

Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M

OPINI – Pengamat ekonomi atau pemangku kebijakan di pemerintahan yang berkaitan dengan bidang ekonomi, tidaklah asing terhadap istilah Quantitative Easing, namun bagi masyarakat umum atau ranah public masih banyak yang bertanya-tanya dengan istilah tersebut.

Memang istilah  Quantitative Easing jarang sekali dibahas pada ranah public sehingga tidak popular di masyarakat.  Kebijakan Quantitative Easing  tidak jarang menjadi kontroversi, ada yang menganggap sebagai solusi dan ada pula yang menganggapnya sebagai masalah.

Baca Juga

Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL

Mikroprudensial sebagai Jangkar Pertumbuhan Ekonomi: Meningkatkan Inklusi Keuangan Melalui Peran E-Wallet

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy

Sawit, Banjir, dan Kelemahan Tata Kelola Lingkungan

Belakangan ini kebijakan Quantitative Easing telah menjadi langkah kebijakan Bank Indonesia, yang dimaksudkan sebagai salah satu  langkah kebijakan Bank Indonesia dalam memitigasi pencegahan penyebaran adanya wabah pandemic Covid-19 yang telah meluas lebih dari 212 negara dan menelan banyak jiwa.

Virus yang berawal dari Wuhan, China dan telah mematikan banyak manusia serta penularan yang sangat cepat, kini telah menyebar ke luar dari negara China beralih ke negara-negara lainnya. Berbagai langkah antisipasi dampak Covid-19 digalakan oleh negara-negara yang terdampak penyebaran Covid-19 untuk melindungi warganya, dari pembatasan  social atau  social distancing, bahkan ada beberapa negara memberlakukan kebijakan isolasi atau lockdown.

Selain itu beberapa Bank Central negara terdampak, menempuh kebijakan menurunkan suku bunga. Terjadinya Covid-19 juga menahan aliran masuk modal ke negara berkembang, dikarenakan akan meningkatkan risiko di pasar keuangan global. Covid-19.  Hampir semua negara telah dikacaukan oleh virus tersebut, tidak saja kesehatan manusia namun juga berdampak pada perekonomian negara itu sendiri dan global.

Mengapa Bank Indonesia melakukan kebijakan Quantitative Easing ?

Quantitative Easing dapat pula dikatakan pelonggaran kuantitatif, merupakan kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank central guna meningkatkan jumlah uang beredar, sehingga meningkatkan perekonomian dengan cara membeli asset-aset jangka panjang berupa surat-surat berharga pemerintah maupun bank komersial. Kebijakan moneter ini diambil untuk mencipatakan inflasi sehingga mampu mencegah risiko deflasi.

Dan perlunya dilakukan Quantitative Easing, dikarenakan ada beberapa kondisi dan situasi, seperti adanya kelesuan dan krisis ekonomi, saat perekonomian krisis maka bisnis di beberapa sector menjadi lesu, penganguran menjadi tinggi, pendapatan masyarakat rendah sehingga menjadikan tingkat permintaan rendah.

Dengan adanya kebijakan moneter Quantitative Easing maka jumlah uang yang beredar di masyarakat bertambah dan diikuti dengan penurunan tingkat suku bunga, sehingga perusahaan dan masyarakat dapat berinvestasi melalui kredit. Adanya hal tersebut maka diharapkan mampu mendorong tingkat pengeluaran atau konsumsi yang tinggi, artinya tingkat permintaan belanja masyarakat terhadap barang-barang kebutuhan juga akan tinggi, maka dapat mengerakan kembali kegiatan produksi dan perekonomian mulai menggeliat menuju perbaikan dan kesetabilan ekonomi.

Pada kebijakan moneter Quantitatitive Easing Bank Indonesia telah melakukan injeksi likuiditas ke perbankan dalam jumlah besar sejak awal 2020. Melalui pembelian SBN dari pasar sekunder, penyediaan likuiditas ke perbankan melalui term-repurhase agreement (repo), serta penurunan Giro Wajib Minimum (GWM).

Berdasarkan media brefing 06 Mei 2020 Secara total Bank Indonesia telah menginjeksi likuiditas ke perbankan sebesar mencapai sekitar Rp. 503,8 triliun, dimana kebijakan quantitative easing Bank Indonesia yang pertama sebesar pada periode Januari – April 2020 sebesar Rp. 386 triliun dalam bentuk pembelian SBN dari pasar sekunder, Term-repo perbankan, FX Swap, dan penurunan GWM Rupiah ( Januari dan April ). Kemudian  ditambahkan Quantitative Easing  periode Mei 2020 sebesar Rp. 117,8 triliun, dalam bentuk penurunan GWM Rupiah periode Mei 2020, dan tidak mewajibkan tambahan giro bagi yang tidak memenuhi RIM.

Pada kebijakan moneter Quantitative Easing, Bank Indonesia telah meningkatkan jumlah uang beredar di pasar dan mendorong bank – bank komersial agar bersedia menyalurkan kredit atau pinjaman usaha maupun konsumtif kepada perusahaan dan juga masyarakat. Oleh sebab itu dalam kebijakan moneter Quantitative Easing Bank Indonesia tersebut, dimaksudkan agar menarik perusahaan dan masyarakat untuk meningkatkan usaha perusahaan dan masyarakat secara luas tingkat konsumsi perusahaan dan masyarakat meningkat maka diharapkan mampu memperbaiki bahkan meningkatkan  pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan moneter quantitative Easing pada prinsipnya memberikan pengaruh positif, tidak hanya pada pasar nasional bahkan pada pasar international, dikarenakan dampak kebijakan moneter Quantitative Easing yang dilakukan oleh Negara tertentu memiliki dampak terhadap ekonomi global.

Penyaluran jumlah uang beredar di pasar yang dialokasikan untuk pembelian surat-surat berharga dan penyaluran pinjaman berpontesi meningkatkan investasi sehingga menyebabkan aliran modal yang masuk berkenaan dengan pembelian surat-surat berharga, maka akan dapat memicu inflasi, namun perlu juga diperhatikan dengan adanya investasi yang melaju dan tidak dimbangi dengan peningkatan sector riil akan menimbulkan masalah yang lain lagi. (Penulis:  Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M)

Tags: Bank IndonesiaborneoFBFokusKaltarakeuanganKoronaOpiniPandemi Covid-19Quantitative Easing
Share125TweetSendShareSend

Berita Lainnya

Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL
Ekonomi

Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL

11 Januari 2026 19:22
Mikroprudensial sebagai Jangkar Pertumbuhan Ekonomi: Meningkatkan Inklusi Keuangan Melalui Peran E-Wallet
Ekonomi

Mikroprudensial sebagai Jangkar Pertumbuhan Ekonomi: Meningkatkan Inklusi Keuangan Melalui Peran E-Wallet

8 Januari 2026 11:42
Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy
Opini

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy

6 Januari 2026 15:27
Sawit, Banjir, dan Kelemahan Tata Kelola Lingkungan
Opini

Sawit, Banjir, dan Kelemahan Tata Kelola Lingkungan

2 Januari 2026 08:53
Pengawasan PDPB, Upaya Bawaslu Jaga Akurasi Data Pemilih Untuk Pemilu Mendatang
Opini

Pengawasan PDPB, Upaya Bawaslu Jaga Akurasi Data Pemilih Untuk Pemilu Mendatang

29 Desember 2025 20:02
Ibu Sehat Bahagia, Keluarga Tangguh: Dari Rahim Kesadaran Lahir Ketahanan Bangsa
Opini

Ibu Sehat Bahagia, Keluarga Tangguh: Dari Rahim Kesadaran Lahir Ketahanan Bangsa

22 Desember 2025 05:49
Next Post
Cegah Covid-19, DPW Partai Nasdem Kaltara Serahkan Bantuan APD Ke RSUD Tarakan

Cegah Covid-19, DPW Partai Nasdem Kaltara Serahkan Bantuan APD Ke RSUD Tarakan

Hasan Basri : Ditengah Pandemi Covid-19 Jangan Bebani Rakyat Dengan Kenaikan Tarif Listrik

Hasan Basri : Ditengah Pandemi Covid-19 Jangan Bebani Rakyat Dengan Kenaikan Tarif Listrik

Tanggapi Aduan Masyarakat, PLN Buka Posko Informasi Tagihan Listrik

Tanggapi Aduan Masyarakat, PLN Buka Posko Informasi Tagihan Listrik

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Disdik Tana Tidung Sosialisasikan SPMB, Istilah Baru Pengganti PPDB

    SK Paruh Waktu Diserahkan Februari, Ratusan Tenaga Kerja Kembali Aktif di Tana Tidung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KM Logistik Nusantara V Resmi Layani Tol Laut Tarakan Januari Ini, Layani Rute Surabaya 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siapkan 4 Konter Khusus Penumpang, Imigrasi Tarakan Dukung Penerbangan Internasional di Bandara Juwata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjaga Paru-Paru Tarakan, Tantangan KPH di Tengah Maraknya Perambahan dan Pemukiman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Sukses Bangun GI 150 kV Batulicin Baru, PLN Dorong Program KEK Indonesia di Batulicin

17 Januari 2026 13:22

Ditsamapta Polda Kaltara Gelar Patroli Humanis, Jalin Dialog dengan Warga dan Pedagang UMKM

17 Januari 2026 13:08
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP