• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Pulau Bunyu, Pulau “MERCUSUAR API” dan Kisah Tentang Kekayaan Lautnya

Penulis: Burhan/Nelayan Pulau Bunyu

by Redaksi
02/11/2020
in Opini
A A

Penulis: Burhan/Nelayan Pulau Bunyu. Foto: Dok Pribadi

OPINI – Pulau Bunyu adalah salah satu kecamatan yang berada di Provinsi Kalimantan Utara tepatnya di Kabupaten Bulungan. pulau Bunyu memiliki Luas 198,32 km² (data bulungan.go.id) dan berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan philipina. Selain memiliki garis batas yang dekat dengan negara jiran, pulau bunyu berhadapan langsung dengan laut Sulawesi yang membuat biota laut yang hidup di sekitar pulau bunyu sangat beragam dan menjadi lokasi berkembang biaknya berbagai jenis ikan, dari pesisir hingga lautan pulau bunyu yang sangat kaya akan hasil lautnya menjadi tujuan bagi nelayan dari daerah bahkan negara yang berada di dekatnya.

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil mengamanatkan Pemanfaatan pulau kecil seperti pulau bunyu di prioritas untuk salah satu atau lebih kepentingan konservasi, pendidikan dan pelatihan, penelitian/pengembangan dan budidaya laut, Juga pariwisata, usaha perikanan dan kelautan serta industri perikanan lestari, pertanian organik dan atau peternakan.

Baca Juga

Makna di Balik Lonjakan Transaksi QRIS

Menembus Batas QRIS Revolusi Lapak UMKM Menuju Arsitektur Keuangan Global

Pengelolaan KKMB: Kuat Secara Legalitas, Terhambat Status Lahan?

QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”

Namun dalam prakteknya, pulau bunyu bukanlah lumbung perikanan atau tempat perkembangbiakan biota laut maupun rumah yang nyaman untuk berbagai jenis ikan dan biota lainnya apalagi pendidikan budidaya laut. Salah satu perusahaan batubara anak perusahaan terbesar di India Sejak 2007 resmi beroperasi di blok Bunyu, Kalimantan Utara, Batu bara yang diproduksi oleh perusahaan tersebut dari perut Bunyu di puncak produksinya bisa mencapai hingga 8 juta metrik ton per tahun. Tambang ini sekaligus menobatkan perusahaan terbesar India tersebut sebagai produsen batu bara kalori 3000 terbesar di dunia.

Tak segaris lurus dengan hasil produksi yang telah di ambil dari perut bunyu tersebut, konservasi dan perkembangbiakan biota laut yang harusnya di utamakan tidak di lakukan oleh pihak perusahaan sebagaimana amanat dari Undang-undang Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang sama-sama terbit pada tahun yang sama saat perusahaan tersebut beroperasi pada tahun 2007.

Karang-karang yang merupakan rumah ikan yang mana tepat berada di sebelah timur pulau bunyu di gunakan oleh tugboat dan ponton perusahaan tersebut berjangkar, saat ini setelah 23 Tahun karang-karang tersebut rusak parah dan mengharuskan ikan bermigrasi jauh dari lokasi tersebut, padahal di sepanjang pesisir tersebut merupakan tempat ikan dan biota laut lainnya berkembangbiak.

Nelayan juga menyayangkan kenapa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak menjalankan tugas maksimal seperti penyelamatan pulau-pulau kecil seperti pulau bunyu. Begitupula Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menerbitkan izin pertambangan tak mengacu kepada UU Pesisir 27/2007 Mengingat pulau bunyu salah pulau kecil yang pemanfaatan nya bukan untuk pertambangan tetapi terlanjur di kavling oleh pertambangan.

Bunyu yang tadinya juga dikenal sebagai penghasil rumput laut, nyatanya tidak lagi bisa ditanam sejak 2016 akibat pembuangan limbah batu bara ke perairan. (Laporan JATAM “Pulau Kecil Indonesia, Tanah Air Tambang: Laporan Penghancuran Sekujur Tubuh Pulau Kecil Indonesia oleh Tambang Mineral dan Batubara”).

Bak nasi menjadi bubur, Nelayan Pesisir yang ada di pulau bunyu saat ini hanya butuh perusahaan dan stakeholder terkait untuk bersama kembali memulihkan lokasi tersebut karena lokasi tersebut dari dulu salah satu lokasi lumbung ikan dan perkembangbiakannya, yang mana secara geografis memanglah tempat ikan berkembang biak dan dari dulu lokasi tersebut yang selalu memberikan nelayan hasil lebih, tidak dengan sekarang yang mana nelayan pesisir harus menuju lautan lebih jauh untuk mendapatkan hasil yang seperti di dapatkan dahulu, mengingat cuaca perairan pulau bunyu yang sangat rentan barang tentulah sangat beresiko bagi nelayan.

Jika mengingat prospek kedepan untuk nelayan pulau bunyu, lokasi ini sangat berpengaruh dengan pendapatan nelayan-nelayan pesisir pulau bunyu. Oleh karena masyarakat nelayan bunyu (khususnya daerah kami sei buaya) yang masih menggunakan tekhnik tradisonal yaitu memancing dasaran menggunakan mata kail di karang-karang pesisir pulau bunyu sebelah timur yang notabene merupakan salah satu pusat lumbung/tempat ikan berkumpul terbesar yang sekarang sudah rusak, dari kami sebagai nelayan pesisir hanya meminta hal tersebut agar bisa di laksanakan oleh pihak perusahaan dan stakeholder terkait.

Bila mengingat hasil nelayan perhari bisa sampai 2 karung 20 Kg perhari di dapat selain ukurannya yang besar-besar memang populasi ikan sebelum rusaknya karang-karang di daerah tersebut cukuplah banyak.

Tidak adanya upaya pelestarian oleh stakeholder terkait membuat pesisir Pulau Bunyu semakin berada di ambang kehancuran. Perusahaan Batubara tersebut tidaklah 100% bisa di salahkan, bila Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkolaborasi dengan pertimbangan potensi luar biasa yang di miliki oleh pulau bunyu.

Semoga pulau kami ini, yang notabene nya di kelilingi lautan dan berpotensi besar untuk menjadi lumbung perikanan di Kalimantan utara bisa pulih mendekati seperti dahulu serta stakeholder terkait mendukung serta menjalankan nilai-nilai keberlanjutan kawasan pesisir. Mimpi terbesar kami sebagai nelayan ketika anak-anak kami tua, menjadi nelayan, bisa merasakan sensasi mancing seperti yang kami pernah rasakan ketika karang-karang kami ini “sehat”.

Tags: ApiborneoBulunganBunyuFBFokusfokusborneo.comIkanKaltaraMERCUSUARmigasmigas BunyuNelayanOpiniTambangTarakan

Berita Lainnya

Makna di Balik Lonjakan Transaksi QRIS
Ekonomi

Makna di Balik Lonjakan Transaksi QRIS

18 Agustus 2026 18:59
Menembus Batas QRIS Revolusi Lapak UMKM Menuju Arsitektur Keuangan Global
Ekonomi

Menembus Batas QRIS Revolusi Lapak UMKM Menuju Arsitektur Keuangan Global

11 Agustus 2026 16:06
Opini

Pengelolaan KKMB: Kuat Secara Legalitas, Terhambat Status Lahan?

5 Agustus 2026 11:09
QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”
Ekonomi

QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”

27 Juli 2026 12:03
Suku Bunga Tinggi, Kredit Kaltara Tetap Tumbuh Paradoks Atau Bukti Ketahanan
Ekonomi

Suku Bunga Tinggi, Kredit Kaltara Tetap Tumbuh Paradoks Atau Bukti Ketahanan

27 Juli 2026 10:51
Opini

Pasar Karbon: Jangan Hanya Menghargai Pohon yang Ditanam, tetapi Juga Hutan yang Diselamatkan

25 Juli 2026 09:33
Next Post
264 Orang Lulus Seleksi CPNS Kaltara

264 Orang Lulus Seleksi CPNS Kaltara

Zainal Kukuhkan Relawan Sahabat Zapyn

Zainal Kukuhkan Relawan Sahabat Zapyn

2020, Rp 17,6 Miliar untuk Jalan Seputuk-Malinau Kota

2020, Rp 17,6 Miliar untuk Jalan Seputuk-Malinau Kota

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Pembangunan Yonif TP 922/Upun Taka di Tana Tidung Segera Dimulai, Diawali Prosesi Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siswa Tarakan Harumkan Kaltara di O2SN Nasional, Disdik Beri Apresiasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Perumda Tarakan Bakal Dilebur, Direktur Poltek Bisnis Kaltara Dorong Skema Holding Perseroda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tana Tidung Sampaikan Duka Cita Atas Kebakaran di Tideng Pale, Ajak Warga Saling Bantu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soliditas TNI–Polri Jaga Perbatasan RI–Malaysia, Kapolda Kaltara Sambangi Satgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

IKN dan Wilayah Sekitarnya Mulai Diguyur Hujan, OMC Terus Dilakukan

24 Agustus 2026 16:27
Cegah Bahaya Kebakaran Batubara, Wali Kota Tarakan Tutup Sementara Jalan Pantai Amal

Cegah Bahaya Kebakaran Batubara, Wali Kota Tarakan Tutup Sementara Jalan Pantai Amal

24 Agustus 2026 13:10
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP