• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Swasembada Semen Krayan

by Redaksi
08/11/2023
in Opini
A A
Swasembada Semen Krayan

Mensos Tri Rismaharini saat kunjungan ke Kaltara. Foto : Ist

Cacatan : Doddy Irvan/Pai

 

Baca Juga

Bukan Sekadar Krisis Akhlak

Mengapa Rupiah Tertekan? Membaca Sinyal dari Neraca Pembayaran Indonesia

BI-Rate Naik Lagi, Saat Global Sedang “Gerah”

Peran Dunia Usaha dalam Indonesia Incorporated Menuju Indonesia Emas 2045

Ada yang tertinggal dalam catatan kunjungan ke Kaltara Menteri Sosial Tri Rismaharini 2-4 November lalu. Saya lupa memasukannya karena fokus membahas soal ‘’nyinyiran.’’ Yang terlupa itu padahal lumayan penting. Apa itu? Ya, Risma terpikir untuk membuat pabrik semen di Kecamatan Krayan. Ceritanya begini.

Saat kunjungan kerja di Kecamatan Krayan bersama Anggota DPR RI Deddy Sitorus, Risma sempat bertanya kepada supir yang membawanya keliling Krayan. Pertanyaannya soal harga semen. Supir itu menjawab antara 500 ribu hingga 1 juta rupiah.

Mantan Walikota Surabaya itu tertegun. Ia bisa merasakan betapa menderitanya masyarakat yang tinggal di perbatasan. Sulitnya akses transportasi pasti berimbas melambungnya harga. Tidak hanya sembako. Matrial bangunan pun harganya pasti gila-gilaan. Termasuk semen.

Dulu sebelum Covid 19 melanda, semen bisa didatangkan dari Malaysia. Harganya cukup terjangkau. Namun, sejak Covid 19, Pemerintah Malaysia menutup perbatasan. Proses perdagangan lintas batas terhenti. Warga setempat pun kelimpungan. Ketergantungan mereka terhadap barang-barang Malaysia sudah terlanjur tinggi.

Sebut saja Gas LPG. Selama ini si tabung kuning menjadi bahan bakar utama rumah tangga. Tabung kuning itu dari tetangga sebelah. Sejak perbatasan di tutup, satu biji tabung kuning pun tidak ada yang jual. Sedangkan LPG 3 Kg yang disubsidi pemerintah Indonesia mau diangkut pakai apa.

Soal tabung LPG 3 Kg ini Deddy Sitorus punya cerita. Ia sempat mendesak Pertamina untuk mengirim LPG melalui udara ke Krayan. Sempat berjalan beberapa kali, operasi khusus ini akhirnya terhenti karena kendala pesawat.

‘’Pertamina masih berupaya cari pesawat yang bisa angkut gas LPG. Memang beresiko. Tapi tidak ada jalan lain selama akses darat belum jadi,’’ ujar Deddy Sitorus.

Itu baru satu item. Soal sembako juga sama. Semua kebutuhan harus diterbangkan menggunakan pesawat. Tentu, harganya melambung tinggi.

Nah, kembali ke masalah semen. Ternyata Risma punya gagasan brilian terkait mengatasi semen yang langka dan mahal di Krayan. Rupanya, selama berada di dalam mobil, mata Risma jelalatan melihat barisan bukit yang mengelilingi Long Bawan. Ia yakin, didalam perut bukit itu terkandung bahan baku semen.

‘’Saya lihat jejeran bukit-bukit itu. Saya yakin pasti terkandung bahan baku semen,’’ kata Risma saat berbicara di hadapan tokoh masyarakat Krayan.

Risma tak berhenti sampai ide saja. Politisi PDI Perjuangan ini, akan menugaskan anak buahnya mengambil sample tanah untuk diteliti. Apakah tanah-tanah itu bisa diolah menjadi semen.

Namun Risma punya syarat. Jika nanti hasil penelitian ternyata bisa diolah menjadi semen, Ia tidak ingin pabriknya bersekala industri. Biarkan masyarakat setempat yang mengelola.

‘’Saya gak mau nanti jadi industri. Bisa rusak lingkungan disini. Cukup produksinya untuk memenuhi kebutuhan lokal saja,’’ kata Risma.

Ini terobosan luar biasa. Tak pernah terpikirkan. Biasanya kenaikan harga atau kelangkaan barang gara-gara transportasi solusinya pasti subsidi. Ujung-ujungnya membebani anggaran.

Pemikiran Risma lebih maju lagi. Coba bayangkan. Jika hasil penelitian matrial bukit-bukit itu dapat diolah menjadi semen, Krayan bakal swasembada. Tidak perlu datangkan dari Malaysia atau Tarakan. Satu persoalan bisa diatasi.

Risma memang dikenal kaya ide. Pengalamannya memimpin Surabaya betul-betul termanfaatkan saat menyandang posisi Menteri Sosial. Dia dikenal dapat menyelesaikan banyak persoalan yang menurut banyak orang tidak mungkin.

Anda pasti ingat tentang Doly. Lokasi prostitusi terbesar di Asia Tenggara itu berhasil ditutup Risma tanpa gejolak. Sebab, setiap kebijakannya selalu diikuti pemberdayaan. Anda bisa baca sukses story penutupan Doly itu di media lain.

Pemanfaatan sampah menjadi listrik pun Surabaya adalah pelopornya. Banyak daerah belajar ke Surabaya. Itu semua berkat terobosan Risma.

Semen memang masih dalam tahap gagasan yang ingin diwujudkan. Namun, masyarakat Krayan dan Sebatik telah merasakan tangan dingin Risma. Apa itu? Apalagi kalau bukan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS).

PJUTS mungkin dianggap biasa. Di Kaltara saat ini sudah banyak berdiri PJUTS. Tapi PJUTS buatan Risma sedikit berbeda. Tiangnya dari baja ringan. Mirip tongsis. Jadi sangat mudah diangkut. Pakai pesawat sekali pun.

Di Sebatik, PJUTS itu telah terpasang di Dermaga Binalawan, Mantiksa. Dermaga yang biasa gelap gulita kini terang benderang. Anda bisa lihat sendiri potonya. Tentu lampu di Dermaga ini bukan hanya sebagai penerang, tapi dapat menjadi pemandu kapal-kapal nelayan saat malam tiba.

Arming, salah satu staf Deddy Sitorus di Nunukan menyampaikan rasa terimakasih warga atas bantuan PJUTS ini.

‘’Warga setempat mengaku senang sekali. Dermaga sudah terang-benderang,’’ ujar Arming yang juga Caleg DPRD Provinsi Dapil Nunukan dari PDI Perjuangan itu.

Perbatasan mulai terang benderang berkat bantuan Risma. Kini kita tinggal menunggu apakah swasembada semen di Krayan bakal terwujud. Terimakasih Bu Risma.

Tags: Doddy IrvankrayanMensosNunukanTri Rismaharini

Berita Lainnya

Bukan Sekadar Krisis Akhlak
Opini

Bukan Sekadar Krisis Akhlak

17 Juni 2026 15:23
Mengapa Rupiah Tertekan? Membaca Sinyal dari Neraca Pembayaran Indonesia
Ekonomi

Mengapa Rupiah Tertekan? Membaca Sinyal dari Neraca Pembayaran Indonesia

17 Juni 2026 07:49
BI-Rate Naik Lagi, Saat Global Sedang “Gerah”
Ekonomi

BI-Rate Naik Lagi, Saat Global Sedang “Gerah”

13 Juni 2026 22:52
Peran Dunia Usaha dalam Indonesia Incorporated Menuju Indonesia Emas 2045
Ekonomi

Peran Dunia Usaha dalam Indonesia Incorporated Menuju Indonesia Emas 2045

10 Juni 2026 12:28
Ketika Dompet Digital Menggeser Uang Tunai
Ekonomi

Ketika Dompet Digital Menggeser Uang Tunai

7 Juni 2026 12:14
Benteng BI-Rate 5,25%: Pahit tetapi Menyelamatkan
Ekonomi

Benteng BI-Rate 5,25%: Pahit tetapi Menyelamatkan

25 Mei 2026 12:50
Next Post

Satu Nama Caleg Hilang Saat Pengumuman DCT, Nasdem Kaltara Laporkan KPU 

Bunda Literasi Ajak Pelajar Galakkan Gemar Membaca

Kodam VI Mulawarman Laksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2024

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Protes Spanduk Larangan di Pasar Beringin, ADO Kaltara Boikot Layanan Penumpang

    Protes Spanduk Larangan di Pasar Beringin, ADO Kaltara Boikot Layanan Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Otorita IKN Gelar Aksi Bersih Pantai dan Tanam 350 Mangrove di Pantai Tanah Merah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pimpin Sertijab Kasat Binmas dan Lima Kapolsek, Kapolresta Bulungan Tekankan Penyegaran Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masa sih, DS Punya Dapur MBG?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadiri Pelepasan Siswa, Pemkot Tarakan Apresiasi Sokola Alam Binari Dukung Kemajuan Pendidikan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Polres Berau Bongkar Sindikat Sabu 8 Kg Lintas Daerah Diduga Dikendalikan Napi Lapas Tarakan

Polres Berau Bongkar Sindikat Sabu 8 Kg Lintas Daerah Diduga Dikendalikan Napi Lapas Tarakan

17 Juni 2026 22:20

Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 Perluas Akses dan Perkuat Daya Saing UMKM

17 Juni 2026 20:38
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP