TARAKAN, Fokusborneo.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Hasanuddin, S.Pd., M.Si., mengklarifikasi kabar yang beredar mengenai sejumlah calon siswa yang diklaim sudah mengetahui hasil kelulusan sebelum pengumuman resmi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Hasanuddin menegaskan, kondisi tersebut sama sekali bukan disebabkan adanya jalur khusus informasi dari pihak sekolah maupun dinas. Fenomena itu terjadi karena SPMB tahun ini menyediakan fitur Jurnal Harian yang dapat diakses secara terbuka dan real-time oleh publik.
Hal itu disampaikan saat melakukan peninjauan SPMB di SMA Negeri 1 Kota Tarakan, Selasa (23/6/26).
“Kami menyediakan jurnal harian yang sifatnya terbuka. Melalui fitur ini, seluruh lapisan masyarakat bisa memantau dan melihat langsung setiap pergerakan data yang dilakukan oleh satuan pendidikan,” ujar Hasanuddin.
Ia menjelaskan, melalui jurnal harian tersebut, orang tua maupun calon peserta didik dapat mengawal perkembangan nilai sekaligus fluktuasi peringkat di sekolah yang dituju.
Mengingat proses pendaftaran masih bergulir hingga penutupan resmi pada 25 Juni pukul 12.00 Wita, posisi peringkat peserta sebenarnya masih berpotensi berubah.
Namun, bagi calon siswa yang memiliki poin tinggi dan berada jauh di atas batas kuota tampung, secara otomatis sudah bisa memprediksi peluang besar mereka untuk lolos.
“Apabila posisi si anak sudah berada di zona aman, misalnya masuk dalam peringkat 10 besar, secara matematis mereka bisa merasa yakin akan diterima. Rasa optimisme itu muncul karena datanya memang tersaji gamblang di sistem,” cetusnya.
Lebih lanjut, Hasanuddin meminta masyarakat untuk tidak salah paham dan mengaitkan hal ini dengan isu kebocoran data atau praktik main belakang.
Sebaliknya, keterbukaan jurnal harian ini merupakan komitmen pemerintah untuk menyajikan proses seleksi yang akuntabel dan bersih dari manipulasi.
”Jadi, tidak ada itu yang namanya permainan atau janji-janji manis dari pihak tertentu. Mereka bisa memprediksi kelulusan lebih awal murni karena sistem kami transparan, di mana semua orang memiliki hak yang sama untuk memantau peringkat,” pungkasnya.(**)













Discussion about this post