NUNUKAN, Fokusborneo.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV, Tamara Moriska, menggelar kegiatan sosialisasi yang intensif mengenai bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) lainnya.
Kegiatan ini berfokus pada Peraturan Daerah (Perda) Kaltara Nomor 4 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA.
Bertempat di Nunukan, Sabtu (29/11/25), acara ini secara khusus mengundang para generasi muda sebagai target utama pencegahan.
Dalam paparannya, Tamara Moriska menegaskan narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak tatanan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
“Ini menjadi perhatian saya. Generasi muda, jauhi hal-hal yang dapat merusak semua orang.Bahkan, narkoba memiliki dampak fatal yang bisa merusak keutuhan keluarga,” tegas Tamara.
Mengingat bahaya yang masif tersebut, ia mengajak seluruh peserta, khususnya generasi muda Nunukan, untuk fokus pada hal-hal positif dan membangun masa depan yang cemerlang.
Sebagai langkah nyata pencegahan, Tamara Moriska memberikan pesan yang lugas dan mudah diingat kepada para pelajar dan remaja.
“Jadi adik-adik, ‘do your job’ saja. Maksudnya apa? Lakukan tugas kalian. Apa itu? Belajar, belajar, belajar,” ujar Ketua Komisi IV.
Politisi Hanura itu menekankan kewajiban utama seorang pelajar adalah menuntut ilmu. Ia juga menyadari masa remaja adalah masa untuk bersenang-senang, namun ia mengingatkan bahwa refreshing itu bisa tanpa obat-obatan.
Lebih lanjut, Tamara berpesan agar generasi muda selektif dalam memilih lingkungan pergaulan.
“Nikmatilah hidup kalian, bergabung di organisasi positif. Tapi sekiranya lingkungan itu sudah mulai toksik, harus ditinggalkan, harus dijauhi,” pesannya.
Mengakhiri kegiatan tersebut, Tamara Moriska mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjadi garda terdepan dalam menjaga Kabupaten Nunukan dari bahaya narkoba.
“Adik-adikku tersayang, kebanggaan Kabupaten Nunukan, ke depannya kita bersama harus membangun Kabupaten Nunukan yang cerdas, Kabupaten Nunukan yang berkarakter, yang tidak menggunakan narkoba,” tutupnya.
Sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kritis generasi muda Nunukan terhadap bahaya NAPZA serta mendorong mereka untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan zat adiktif.(*/mt)















Discussion about this post