TARAKAN, Fokusborneo.com – Menanggapi keluhan warga Jalan Telaga Air, Kelurahan Pamusian terkait aliran air hujan yang berdampak pada pemukiman, PT Pertamina EP Tarakan Field menyatakan komitmennya untuk segera melakukan langkah konkret.
Hal ini terungkap dalam kunjungan lapangan DPRD Kota Tarakan yang dipimpin langsung Ketua Komisi III, Randy Ramadhana, Senin (19/1/26).
Kunjungan ini, turut dihadiri Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), BPBD Kota Tarakan, pihak Kelurahan Pamusian, serta perwakilan manajemen PT Pertamina EP Tarakan Field.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana, menjelaskan masalah utama dipicu oleh posisi pemukiman warga yang berada di lereng bukit, di mana terdapat bangunan Pertamina yang sudah tidak aktif di bagian atasnya. Kondisi bangunan yang tidak terawat diduga menyebabkan penyumbatan drainase, sehingga air mencari jalan ke arah pemukiman.
”Kita sudah menyarankan kepada Pertamina, dan Alhamdulillah mereka menyanggupi. Paling lambat satu bulan mereka akan membersihkan area bangunan tersebut agar drainase di sekitarnya lancar kembali,” ujar Randy.
Politisi PKB itu menambahkan langkah ini penting untuk memastikan jalur air lebih tertata dan mencegah risiko bencana seperti tanah longsor di masa mendatang.
“Tujuannya agar tidak ada pihak yang disalahkan atau dijadikan kambing hitam jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Pertamina sudah menunjukkan sikap kooperatif,” tegasnya.
Perwakilan Pertamina EP Tarakan Field, Abrar, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi secara internal untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut.
Meski sebelumnya telah dilakukan upaya identifikasi dan pemasangan pipa, Pertamina berkomitmen melakukan pembersihan menyeluruh pada aset yang dimaksud.
”Kami usahakan maksimal dalam satu bulan ini sudah clear. Terkait teknis penguatan pipa dan pembersihan lahan, kami akan berkoordinasi dengan fungsi terkait di internal kami agar pengerjaannya maksimal,” ungkapnya.
Dalam diskusi di lapangan, pihak DPRD juga mengingatkan warga dan pihak terkait untuk lebih berhati-hati saat membangun atau melakukan aktivitas di sekitar jalur pipa migas.
Pihak pemerintah kota melalui Dinas PUPR dan BPBD turut mengapresiasi respons cepat Pertamina. Langkah pembersihan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi warga RT 9 Kelurahan Pamusian, sehingga aliran air tidak lagi mengancam stabilitas tanah di area pemukiman lereng gunung tersebut.
”Kita apresiasi pertemuan hari ini karena ada solusi konkret. Jika nanti pembersihan sudah dilakukan dan jalur air sudah diperbaiki namun masalah masih muncul, kita akan evaluasi faktor alam lainnya. Yang terpenting, saat ini Pertamina sudah mengambil tanggung jawabnya,” tutup Randy Ramadhana.(*/mt)















Discussion about this post