TARAKAN, Fokusborneo.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan, Sukir, meminta pihak otoritas Bandara Juwata dan pihak terkait untuk memberikan ruang bagi para tukang ojek pangkalan (opang) dalam mencari rezeki di kawasan bandara.
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Ruang Pertemuan DPRD Kota Tarakan, Selasa (14/4/26).
Dalam rapat yang dihadiri pihak otoritas Bandara Juwata, Koperasi Avia Jasa, serta perwakilan ojek bandara tersebut, Sukir menekankan pentingnya sinergi dan penghapusan diskriminasi antar sesama pencari rezeki.
Sukir menyampaikan para tukang ojek pada dasarnya siap mengikuti aturan yang berlaku di bandara, asalkan mereka tetap diberikan ruang untuk beroperasi. Ia berharap pihak koperasi dapat melakukan pembinaan dan teguran jika terjadi gesekan di lapangan.
”Apa yang diminta oleh saudara kita tukang ojek, bahwa dia minta ruang. Minta apa yang disepakati di aturan di bandara, dia setuju. Itu aja,” ujar Sukir.
Ia juga menyoroti inisiatif para tukang ojek yang menjemput penumpang di area luar saat melihat penumpang yang kelelahan membawa barang.
Menurutnya, hal ini adalah bentuk ikhtiar menjemput rezeki yang tidak perlu dipandang sebagai ancaman bagi penyedia transportasi lain seperti taksi.
Meski meminta kelonggaran ruang, Sukir juga sepakat dengan adanya pembatasan jumlah ojek untuk menjaga ketertiban bandara. Ia menyarankan agar kuota ojek tetap di angka 15 personel, sebagaimana aturan yang telah dipatuhi sejak tahun 2004.
”Kalau banyak ojek keluar masuk itu kan ribet juga. Kalau sudah dibatasi, apalagi sudah mulai 2004 sampai sekarang 15, 15 saja. Berarti dia patuh sama aturan itu sudah,” jelasnya.
Sukir mengingatkan semua pihak agar mengedepankan semangat kebersamaan dan percaya pada ketetapan Tuhan mengenai rezeki.
Ia berharap ada pertemuan lanjutan untuk melakukan halal bi halal atau mediasi antara sopir taksi dan tukang ojek agar tercipta suasana kondusif.
”Nggak akan tertukar rezeki itu. Kalau Allah sudah memberikan rezekinya, nggak akan tertukar,” pungkas Sukir.(*/mt)














Discussion about this post