TARAKAN, Fokusborneo.com – Semangat kemanusiaan mendiang Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), terasa begitu hidup di tengah masyarakat di Ladang Dalam, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan.
Lewat aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tarakan bersama Takmir Masjid Al Hidayah menggelar bakti sosial akbar Selasa (16/6/26).
Kegiatan ini sukses memikat perhatian dan menuai pujian, salah satunya dari Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, SE.
Bukan sekadar seremonial, acara ini menghadirkan pelayanan konkret mulai dari pengobatan gratis, khitanan massal, potong rambut gratis, hingga pembagian paket bantuan sosial yang disambut antusias ratusan warga.
Hadir di tengah-tengah acara, Supa’ad Hadianto mengaku sangat tersentuh dengan konsep bakti sosial ini.
Bagi politisi Nasdem yang dikenal dekat dengan rakyat ini, apa yang dilakukan PCNU Tarakan adalah manifestasi sempurna dari ajaran luhur Gus Dur.
“Saya selalu menyimak pesan-pesan Gus Dur yang mengatakan bahwa agama harus didekatkan kepada kemanusiaan. Hari ini, pesan itu diwujudkan secara nyata lewat pelayanan sosial kepada masyarakat,” ujar Supa’ad.
Ia menambahkan, pelayanan seperti khitanan massal dan pengobatan gratis ini adalah bentuk pengabdian yang menjembatani nilai keislaman sekaligus kebangsaan dua pilar utama yang selama ini diperjuangkan NU.
Sebagai kader yang lahir dan tumbuh di lingkungan kultural Nahdliyin, Supa’ad menegaskan dukungannya terhadap NU bukan sekadar urusan politik, melainkan sebuah panggilan jiwa.
”Saya lahir dari rahim NU. Karena itu, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memperkuat dan mendukung apa yang dilakukan teman-teman NU demi kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Kaltara, ia berjanji akan pasang badan dan memberikan dukungan penuh terhadap program-program sosial serupa di masa depan, sesuai dengan kapasitas legislatif yang dimilikinya.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini juga bertepatan dengan momentum menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Supa’ad mengajak momen religius ini dijadikan refleksi untuk mempererat persatuan di Tarakan.
Menurutnya, jika pesan kemanusiaan terus dijalankan, maka dengan sendirinya hubungan silaturahmi antara ulama, umara (pemerintah/pemimpin), dan masyarakat akan semakin kokoh.
”Terima kasih kepada pengurus PCNU dan Takmir Masjid Al Hidayah yang telah memberikan kehormatan kepada saya untuk hadir. Mudah-mudahan silaturahmi ini membawa keberkahan dan semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT,” pungkas Supa’ad.
Bakti sosial ini menutup hari dengan senyum sumringah dari warga yang terbantu, menjadi bukti bahwa sinergi peduli sesama selalu mampu menghadirkan kehangatan di tengah masyarakat.(**)












Discussion about this post