TARAKAN, Fokusborneo.com – Berawal dari keluhan dan aspirasi warga saat kegiatan reses, jembatan kayu yang sebelumnya berada dalam kondisi lapuk dan membahayakan keselamatan di kawasan pesisir Kota Tarakan kini telah berhasil dibangun.
Keberhasilan pembangunan infrastruktur ini, menjadi bukti nyata komitmen dan pengawalan yang dilakukan Anggota DPRD Kota Tarakan, Muhammad Safri, dalam memperjuangkan kebutuhan mendasar masyarakat di daerah pemilihannya.
Sebelumnya, kondisi jembatan kayu di kawasan pesisir khususnya titik akses nelayan dan petambak di Karang Anyar Pantai sangat memprihatinkan.
Selain ukuran akses jalan yang terbilang sempit, struktur kayu jembatan dilaporkan sudah mulai lapuk (jabuk), sehingga berisiko tinggi memicu kecelakaan bagi warga yang melintas sehari-hari.
”Jembatan di daerah pesisir itu sangat urgen. Di sana selain jalannya sempit, kayunya juga sudah banyak yang lapuk. Karena ini merupakan akses vital harian bagi nelayan dan petambak yang hendak melaut atau menuju tambak, maka harus menjadi skala prioritas,” tegas Muhammad Safri.
Melihat urgensi keselamatan dan mobilitas ekonomi warga yang terancam, Politisi Demokrat itu bergerak cepat mengawal dan mengusulkan alokasi anggaran pembangunan ke pemerintah daerah melalui mekanisme reses.
Hasilnya, jembatan kayu sepanjang kurang lebih 50 meter tersebut kini telah selesai dikerjakan dan siap digunakan kembali secara aman oleh masyarakat.
Safri menjelaskan selain perbaikan jembatan pesisir, aspirasi warga dari masa reses di Dapil Tarakan Barat juga mencakup bantuan perbaikan rumah ibadah hingga penerangan jalan umum di Kelurahan Karang Harapan.
Dari belasan usulan yang diperjuangkan tahun ini, sebagian besar pengerjaan fisik telah rampung, sementara usulan lainnya masih dalam tahap penyelesaian administrasi dan pengerjaan bertahap di dinas terkait.
“Kita memahami kondisi keterbatasan anggaran pemerintah daerah, sehingga tidak semua usulan reses bisa diakomodasi sekaligus. Namun, untuk hal-hal yang sifatnya sangat mendesak dan menyangkut hajat hidup masyarakat banyak seperti jembatan pesisir ini, tentu harus kita kawal tuntas sampai terealisasi,” ujarnya.
Dengan tuntasnya pembangunan jembatan kayu tersebut, warga pesisir kini dapat menjalankan aktivitas perekonomian dan mobilitas harian dengan jauh lebih aman dan nyaman.
Safri pun berharap stabilitas keuangan daerah terus terjaga agar berbagai usulan prioritas warga lainnya dapat terus direalisasikan secara berkelanjutan.(**)















Discussion about this post