TARAKAN, Fokusborneo.com – Anggota DPRD Kota Tarakan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tarakan Timur, Sukir, terus berkomitmen mengawal berbagai usulan prioritas warga, khususnya terkait pembangunan infrastruktur lingkungan pemukiman dan penanganan kawasan rawan bencana.
Sukir, yang bertugas di Komisi III sekaligus menjabat Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tarakan, menjelaskan sejumlah aspirasi infrastruktur fisik di pemukiman warga kini telah terealisasi melalui penganggaran APBD Kota Tarakan.
Salah satunya adalah pengerjaan semenisasi jalan lingkungan di wilayah Kelurahan Kampung Enam.
“Kegiatan pengerjaan jalan lingkungan sudah berjalan di RT 01 Kelurahan Kampung Enam. Pembangunan semenisasi jalan ini menggunakan anggaran sekitar Rp100 juta dari APBD Murni 2026 dengan panjang penanganan sekitar 100 meter dan lebar bervariasi antara 2,5 hingga 3,5 meter menyesuaikan badan jalan,” jelas Sukir.
Pembangunan jalan lingkungan tersebut dinilai sangat vital bagi mobilitas warga setempat. Sebelumnya, kondisi jalan yang masih berupa tanah kerap becek dan menyulitkan aktivitas harian warga, terutama untuk akses keluar masuk kendaraan maupun mengangkut hasil perkebunan.
”Jalan tersebut merupakan akses harian warga untuk bekerja dan mengangkut hasil panen kebun. Karena jalannya becek dan belum tersentuh pembangunan, warga mengusulkannya lewat reses, lalu kami teruskan ke pemerintah kota hingga akhirnya bisa terealisasi,” tambah anggota dewan Dapil Tarakan Timur ini.
Selain perbaikan jalan lingkungan, Sukir juga menaruh perhatian serius terhadap masalah kerawanan bencana tanah longsor yang kerap dikeluhkan warga di beberapa titik pemukiman, seperti di RT 12, RT 13, RT 14, hingga wilayah Latimojong Kelurahan Kampung Enam.
Sebagai bentuk respons cepat sebelum anggaran daerah terealisasi, Sukir bersama warga sempat bergotong royong melakukan tindakan penanganan darurat.
”Untuk daerah rawan longsor yang membutuhkan siring penahan tanah, seperti di RT 15, kemarin kami bantu secara swadaya bersama warga dengan bergotong royong dan menyalurkan bantuan material berupa semen sebagai penanganan sementara,” paparnya.
Ia memastikan usulan penanganan siring dan perbaikan infrastruktur lingkungan tersebut telah masuk dalam daftar usulan ke pemerintah kota untuk direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya.
Sukir juga mengimbau warga agar merawat jalan dan saluran drainase yang sudah dibangun agar masa pakainya bertahan lama dan anggaran daerah dapat dialokasikan secara bergantian ke titik lokasi lain yang belum tersentuh.(**)












Discussion about this post