TARAKAN, Fokusborneo.com – Langkah nyata dalam mengawal hak konstitusi warga kembali ditunjukkan jajaran Bawaslu Kota Tarakan.
Demi menjamin hak suara masyarakat tetap aman dan tidak hilang dalam kontestasi politik mendatang, Bawaslu Tarakan resmi menggelar aksi uji petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II pada Rabu (24/6/26).
Aksi jemput bola ini dilakukan secara serentak dengan menyasar sejumlah wilayah strategis yang memiliki dinamika kependudukan cukup tinggi.
Petugas Bawaslu menyusuri dua kecamatan sekaligus secara paralel, mengetuk pintu demi pintu rumah warga demi mencocokkan data di atas kertas dengan fakta riil di lapangan.
Di wilayah Kecamatan Tarakan Timur, pengawasan ketat dan verifikasi faktual difokuskan pada tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Kampung Empat, Kelurahan Kampung Enam, dan Kelurahan Pantai Amal.
Sementara itu, tim pengawas lainnya bergerak ke arah Kecamatan Tarakan Utara untuk menyisir Kelurahan Juata Laut, Juata Permai, dan Kelurahan Juata Kerikil.
Kegiatan uji petik ini bukan sekadar rutinitas birokrasi di belakang meja. Bawaslu Tarakan memandang akurasi data sebagai isu krusial yang terus berubah setiap waktu.
Oleh karena itu, pencocokan langsung secara door-to-door menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi riil masyarakat.
Selain itu, melalui proses verifikasi ini, petugas di lapangan berfokus pada beberapa poin utama yaitu mengidentifikasi pemilih baru yang sudah memasuki usia hak pilih namun belum terdata, menyaring dan mencoret data pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat (TMS), seperti warga yang telah meninggal dunia, berpindah domisili keluar daerah, atau beralih status menjadi anggota TNI/Polri. Serta memperbaiki kekeliruan elemen data guna menghindari potensi sengketa data di kemudian hari.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Kota Tarakan, A. Muh. Saifullah, menegaskan validitas data adalah hulu dari pemilu yang bersih dan berintegritas. Jika basis datanya bermasalah, maka kualitas pesta demokrasi taruhannya.
“Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini adalah proses vital. Melalui uji petik langsung seperti ini, Bawaslu Tarakan ingin memastikan tidak ada satu pun warga negara yang kehilangan hak pilihnya pada pemilu mendatang hanya karena masalah administrasi kependudukan yang tidak terbarui,” ujar Saifullah.
Lebih lanjut, Saifullah menjelaskan hasil temuan dan dinamika yang didapatkan petugas di lapangan tidak akan berhenti di sini.
Data-data factual tersebut akan dikompilasi menjadi bahan evaluasi penting untuk dikoordinasikan secara berkala bersama para pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta KPU.
Mengingat wilayah Tarakan yang terus berkembang, Bawaslu mengakui pengawasan data tidak bisa dibebankan kepada satu lembaga saja. Kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah daerah memegang peranan yang sama besarnya.
“Kami sangat berharap seluruh pihak, mulai dari penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, hingga tingkat RT dan masyarakat luas, bisa ikut proaktif. Jika ada anggota keluarga yang baru menikah, pindah rumah, atau meninggal dunia, harap segera dilaporkan agar data kita selalu segar dan akurat,” tambahnya.
Melalui komitmen pengawasan yang konsisten, berkala, dan akuntabel ini, Bawaslu Kota Tarakan berharap dapat membangun fondasi demokrasi yang sehat sejak dini, memastikan setiap suara di Bumi Paguntaka tetap terjaga dan tersalurkan dengan adil.(**)















Discussion about this post