TARAKAN — Maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan momen pergantian pejabat kembali terjadi di Kota Tarakan. Nama Kapolres Tarakan, AKBP Bonifasius Rumbewas, dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk meminta sejumlah uang dan imbalan kepada pengusaha serta elemen masyarakat di Kota Tarakan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas mengarahkan penjelasannya kepada awak media pada Senin (7/9/2026). Ia menegaskan bahwa aksi penipuan tersebut dilakukan oleh jaringan kejahatan terorganisir yang memanfaatkan posisinya sebagai pejabat baru di Polres Tarakan.
“Kebetulan saya di sini baru satu bulan, sehingga ada pihak yang memanfaatkan situasi ini sebagai peluang untuk melakukan kejahatan dan tipu daya terhadap pengusaha-pengusaha yang ada di Kota Tarakan,” ujar AKBP Bonifasius Rumbewas.
Ia menjelaskan, modus seperti ini bukanlah hal baru. Saat ia menjabat di tempat tugas sebelumnya, yakni Kabupaten Nunukan, pola kejahatan serupa juga sempat terjadi. Beruntung, berkat sosialisasi yang masif dan tingkat kewaspadaan masyarakat yang cukup baik, calon korban cepat mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.
“Beberapa rekanan dan kenalan di Nunukan maupun di Tarakan sempat mengonfirmasi langsung melalui ajudan dan pejabat utama di Polres Tarakan. Kami tegaskan bahwasanya itu adalah penipuan. Kapolres tidak pernah meminta uang, imbalan, atau barang dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian memastikan belum ada laporan korban di Kota Tarakan yang sampai mentransfer uang akibat modus pencatutan nama tersebut. Meski demikian, kepolisian tetap melacak dan mengidentifikasi nomor telepon yang digunakan oleh para pelaku.
“Hasil penelusuran sementara, nomor yang digunakan pelaku teregistrasi atas nama orang lain atau sengaja di-online-kan tanpa kartu fisik. Walau begitu, kami dari jajaran Satreskrim terus melakukan tracking untuk memetakan jaringan sindikat ini,” ungkapnya.
Kapolres mengimbau seluruh masyarakat dan para pelaku usaha di Kota Tarakan untuk selalu waspada serta bijak dalam menggunakan media sosial.
Jika menemukan permohonan atau permintaan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat Polres Tarakan, masyarakat diminta untuk segera melakukan konfirmasi atau melapor ke kantor polisi terdekat.
“Bilamana ada yang mengatasnamakan Kapolres untuk meminta uang atau imbalan, itu tidak benar. Tolong segera laporkan ke Polsek terdekat atau langsung ke tempat pengaduan di Polres Tarakan,” imbaunya. (**)












Discussion about this post