• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Kaltara Butuh Inflasi Terkendali Demi Dongkrak Surplus Ekonomi Petani Lokal

by Redaksi
28/09/2026
in Ekonomi
A A
Analisis Akademisi FEB UBT: Perilaku Konsumtif dan Fenomena “Kumpaunomic” Picu Polemik Data Desil di Kaltara

Dosen FEB UBT, Dr. Margiyono. Foto: ist

TARAKAN, Fokusborneo.com – Kenaikan harga barang tidak selalu menjadi ancaman bagi perekonomian. Dalam kadar yang terukur, inflasi tingkat rendah atau creeping inflation justru dibutuhkan untuk memicu pertumbuhan ekonomi dan memberikan surplus bagi para produsen di daerah.

​Hal tersebut ditegaskan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Borneo Tarakan (UBT) sekaligus Wakil Ketua ISEI Kaltara, Dr. Margiyono.

Baca Juga

Karya Perajin Benuanta Unjuk Kualitas di Kriyanusa 2026

Gelar Rupiahverse Fest 2026, BI Kaltara Dorong Literasi Rupiah Inklusif dan Kreatif

Balikpapan Raih Juara II TPID Award, PPU Sabet Peringkat II TP2DD Kalimantan

Inovasi Digital Kaltara Diakui Nasional, Sabet Penghargaan KATALIS P2DD 2026

Menurutnya, laju inflasi pada kisaran 2 hingga 4 persen merupakan stimulan ideal yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.​

“Inflasi tingkat rendah membuat kenaikan harga masih dapat ditoleransi oleh konsumen. Di sisi lain, kenaikan harga tersebut memberi keuntungan tambahan atau surplus bagi produsen untuk terus meningkatkan usahanya,” ujar Margiyono, Senin (28/9/26).

​Ia menyoroti kondisi inflasi di Provinsi Kalimantan Utara yang pada Agustus lalu berada di angka 2,17 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 3,19 persen.

Meski terlihat stabil, tingkat inflasi yang terlalu rendah justru berpotensi membatasi stimulus ekonomi dan ruang keuntungan bagi para pelaku usaha lokal.

​Masalah kian memprihatinkan karena penyumbang terbesar inflasi di Kaltara saat ini masih didominasi oleh sektor transportasi udara.

Akibatnya, limpahan surplus dari kenaikan harga lebih banyak mengalir ke penyedia jasa penerbangan luar daerah, alih-alih dirasakan oleh petani, peternak, atau nelayan lokal.​

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Margiyono mendorong pemerintah daerah mengorkestrasi mekanisme pasar agar keuntungan ekonomi bergeser ke sektor riil domestik.

Salah satu strategi krusial yang ditawarkan adalah memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai alat pemacu produksi daerah.

“Seluruh bahan pangan untuk program MBG mulai dari beras, telur, daging, hingga sayuran wajib diserap dari hasil produksi petani dan peternak lokal Kaltara. Permintaan pasar yang terjamin ini akan menaikkan harga jual di tingkat produsen secara sehat tanpa mengandalkan subsidi,” tegasnya.​

Jika surplus ekonomi di sektor pertanian dapat terwujud, profesi petani dan peternak akan kembali menarik minat generasi muda. Dalam jangka panjang, kondisi ini diproyeksikan mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memicu hilirisasi industri berbasis pangan di Kalimantan Utara (Kaltara).​

Terkait upaya pengendalian harga, Margiyono mengingatkan pentingnya peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin langsung oleh kepala daerah sesuai Perpres Nomor 23 Tahun 2017.​

“Pengendalian inflasi dari hulu ke hilir sangat bergantung pada kebijakan fiskal, seperti pembangunan infrastruktur irigasi, penyediaan pupuk, hingga mekanisasi pertanian. Sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia menjadi kunci utama agar inflasi dapat dikelola menjadi energi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.(*/mt)

Tags: Dr. MargiyonoEkonomiFEBHeadlineInflasiISEI

Berita Lainnya

Daerah

Karya Perajin Benuanta Unjuk Kualitas di Kriyanusa 2026

28 September 2026 08:27
Gelar Rupiahverse Fest 2026, BI Kaltara Dorong Literasi Rupiah Inklusif dan Kreatif
Ekonomi

Gelar Rupiahverse Fest 2026, BI Kaltara Dorong Literasi Rupiah Inklusif dan Kreatif

28 September 2026 07:44
Ekonomi

Balikpapan Raih Juara II TPID Award, PPU Sabet Peringkat II TP2DD Kalimantan

27 September 2026 14:34
Inovasi Digital Kaltara Diakui Nasional, Sabet Penghargaan KATALIS P2DD 2026
Ekonomi

Inovasi Digital Kaltara Diakui Nasional, Sabet Penghargaan KATALIS P2DD 2026

26 September 2026 13:59
Ekonomi

BI Salurkan Bantuan ke 7 Provinsi Terdampak Karhutla

25 September 2026 14:38
Lewat Gerakan Jaga Kaltara, Bank Indonesia Tindak Tegas Money Changer Ilegal
Ekonomi

Lewat Gerakan Jaga Kaltara, Bank Indonesia Tindak Tegas Money Changer Ilegal

25 September 2026 14:20

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah! Dua Prodi UBT Tembus Akreditasi Unggul, Rektor Genjot Kualitas dan Ajukan Prodi Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peredaran Etomidate Cair Terbongkar di Tarakan, Tiga Orang Diringkus Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transformasi Pertanian Digital, Fondasi Ekonomi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulah Jukir Liar di Jalan Diponegoro Meresahkan, Dishub Minta Polisi Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Analisis Akademisi FEB UBT: Perilaku Konsumtif dan Fenomena “Kumpaunomic” Picu Polemik Data Desil di Kaltara

Kaltara Butuh Inflasi Terkendali Demi Dongkrak Surplus Ekonomi Petani Lokal

28 September 2026 10:46

Momen HANTARU 2026, Layanan PERINTIS 10 Hari Diperluas ke 95 Kantah, Termasuk Balikpapan

28 September 2026 09:43
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP