Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Ekonomi · 14 Mei 2022 13:59 WITA ·

Triwulan I 2022, Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,53 Persen


Kegiatan pengeboran PT Pertamina. Foto : Ist Perbesar

Kegiatan pengeboran PT Pertamina. Foto : Ist

TARAKAN – Sejalan dengan perekonomian nasional yang tumbuh kuat, perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara) kembali mengalami pertumbuhan positif pada triwulan I 2022. Ekonomi Kaltara pada triwulan I 2022, tumbuh positif sebesar 4,53% (yoy) meski lebih rendah dari triwulan IV 2021 sebesar 7,08% (yoy).

Secara spasial, angka pertumbuhan ekonomi tahunan Kaltara tersebut merupakan yang tertinggi kedua di regional Kalimantan setelah Kalimantan Tengah. “Meskipun secara kuartalan ekonomi Kaltara tercatat kontraksi 2,01% (qtq), kondisi tersebut sejalan dengan pola historis pertumbuhan ekonomi yang mengalami perlambatan di awal tahun pasca akselerasi yang cukup signifikan pada akhir tahun 2021 serta adanya pengaruh dari baseline effect,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara Tedy Arief Budiman melalui press rilisnya, Kamis (12/5/22).

Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi Kaltara triwulan I 2022 terutama didukung oleh kinerja positif LU Pertambangan, Perdagangan, dan Transportasi. LU Pertambangan dan Penggalian yang memegang pangsa terbesar di Kaltara (29,6%) tercatat tumbuh 7,07% (yoy) didorong oleh seluruh subkategori.

Pertambangan minyak dan gas bumi tumbuh 1,23% (yoy), pertambangan batu bara dan lignit tumbuh 8,83% (yoy), pertambangan bijih logam logam tumbuh 6,96% (yoy), serta pertambangan lainnya yang tumbuh 4,86% (yoy). Kinerja positif ini juga didorong oleh Harga Batubara Acuan (HBA) yang mencapai USD203,69/ton atau meningkat sebesar 142,34% (yoy).

“Kondisi tersebut juga diiringi dengan tingginya permintaan global yang dipicu oleh terhambatnya pengiriman batubara di beberapa Pelabuhan besar China pasca lockdown akibat peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di sana,” ujar Tedy.

Performa positif LU Perdagangan dengan pertumbuhan 11,11% (yoy) disebabkan oleh festive effect yang lebih baik dari 2 (dua) tahun sebelumnya akibat pelonggaran dalam rangka menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut meningkatkan mobilitas dan mendorong demand masyarakat di tengah berbagai kebijakan seperti pemberian insentif fiskal dan PPNBM pada beberapa jenis mobil LCGC yang meningkatkan penjualan kendaraan roda dua dan empat masing-masing sebesar 44,83% (yoy) dan 33,02% (yoy).

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada triwulan I 2022 yang meningkat 33,15% (yoy) mengkonfirmasi tren positif pada LU tersebut. Kondisi ini juga turut memberi dampak positif pada LU Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh sebesar 12,53% (yoy). Tercermin dari peningkatan mobilitas masyarakat dengan angkutan laut, udara, maupun sungai.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh perbaikan Konsumsi Rumah Tangga (RT), Ekspor, dan Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) yang masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 3,57% (yoy), 8,95% (yoy), dan 1,73% (yoy).

“Perbaikan kinerja konsumsi rumah tangga didukung kebijakan pencabutan berbagai pembatasan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H sehingga meningkatkan demand masyarakat,” beber Tedy.

Pada komponen ekspor, performa positif didorong oleh tingginya permintaan global terhadap beberapa komoditas unggulan Kaltara seperti batubara di tengah terbatasnya pasokan global akibat perang Rusia-Ukraina. Pemulihan ekonomi domestik yang terus berlanjut tersebut didukung akselerasi vaksinasi dan peningkatan mobilitas turut mendukung pertumbuhan positif terhadap investasi di Kaltara.

“Progress Pembangunan beberapa proyek besar Kaltara seperti Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), 4 (empat) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu di Malinau dan Nunukan, Kilang Gas Alam Cair di Tana Tidung, dan jalan penghubung di wilayah Krayan menuju Malinau mencerminkan optimisme terhadap investasi dan pembangunan di Kaltara pada periode mendatang,” tutup Tedy.(**)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemprov Kaltara Kembali Pertahankan Predikat WTP

23 Mei 2022 - 18:04 WITA

Pangsa Pasar Kaltara Mencapai 36,94 Persen

23 Mei 2022 - 17:59 WITA

Pemerintah Siapkan Kebijakan Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

22 Mei 2022 - 14:42 WITA

Kodim Tana Tidung Bergerak Bantu Pedagang Kaki Lima dan Warung

19 Mei 2022 - 12:43 WITA

Pemda KTT Pertahankan Opini WTP, Ibrahim Ali Apresiasi Semua OPD

18 Mei 2022 - 06:27 WITA

Optimalisasi Pajak Sarang Burung Walet, Pemprov Bakal Terbitkan Pergub

17 Mei 2022 - 17:57 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!