TARAKAN, Fokusborneo.com – PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa ketersediaan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar di Kota Tarakan berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan.
Kendala antrean atau keluhan yang dirasakan masyarakat belakangan ini lebih disebabkan oleh pembagian kuota harian di masing-masing SPBU.
Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel PT Pertamina Patra Niaga, Nabilla Inanbarika Hartyana, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD, Pemkot Tarakan, serta asosiasi pengusaha logistik dan angkutan barang.
“Untuk stok maupun penyaluran Bio Solar di Tarakan sebenarnya aman dan tidak ada kendala signifikan. Isu di lapangan lebih karena keterbatasan kuota masing-masing SPBU, sehingga pihak SPBU harus mengatur pembagian pelayanan agar cukup setiap hari,” ujar Nabilla, Rabu (19/8/26).
Menanggapi usulan penambahan kuota Bio Solar yang diajukan Pemkot Tarakan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pembangunan dan aktivitas logistik, Pertamina menyatakan siap memberikan dukungan penuh.
“Usulan ini datang dari Pemkot Tarakan. Jika Walikota mengajukan penambahan kuota, Pertamina akan mendukung dengan menyiapkan data prognosa atau demand kebutuhan riil di lapangan. Data ini menjadi acuan saat proses verifikasi triwulan bersama BPH Migas,” terangnya.
Selain persoalan kuota, Pertamina juga tengah berkoordinasi aktif dengan kantor pusat guna percepatan pembuatan QR Code bagi kendaraan yang tergabung dalam asosiasi logistik agar transaksi di SPBU berjalan lancar.
Guna memastikan penyaluran tepat sasaran dan mencegah praktik penyelewengan, Pertamina berkolaborasi dengan Pemkot, DPRD, Aparat Penegak Hukum (APH), hingga Satpol PP untuk memperketat pengawasan di SPBU serta membentuk tim monitoring bersama.
”Sanksi tegas mengintai setiap SPBU yang terbukti melanggar aturan BPH Migas maupun SOP operasional, mulai dari sanksi administratif hingga penutupan SPBU. Namun sejauh ini, belum ada SPBU di Tarakan yang ditemukan melakukan pelanggaran tersebut,” tegas Nabilla.(**)












Discussion about this post