TARAKAN – Jaringan Server soal tes seleksi calon Panitia Pengawas Kecamatan yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) di Bawaslu RI gangguan, pelaksanaan tes calon Panwascam Tarakan molor dari jadwal. Pelaksanaan yang seharusnya dimulai pukul 09.00 wita terpaksa mundur pukul 09.30 wita.
“Kelihatannya se-Indonesia, soalnya yang melaksanakan tes CAT semuanya mengakses servernya Bawaslu RI. Di Stimik PPKIA sendiri sudah komunikasi dengan Telkom atas dasar surat Bawaslu yang tadinya menggunakan jaringan Indihome kurang stabil, kita menggunakan jaringan paling bagus ASTINet,†kata Anggota Bawaslu Kota Tarakan Dian Antarja usai memantau pelaksanaan tes CAT seleksi calon Panwascam Kota Tarakan di Kampus Stimik PPKIA Kota Tarakan, Jumat (13/12/19).
ASTINet di Kota Tarakan merupakan jaringan paling bagus, sebab menggunakan fiber optik bawah laut. Selain itu ASTINet dari Telkom sudah diloskan agar pelaksanaan tes berjalan lancar.
“Kami di Kota Tarakan sudah maksimal. Tadi sempat login pagi beberapa kali dicoba tapi jaringan naik turun dan itu ternyata bukan dari Tarakan namun jaringan internet yang menggantungkan di RI,†terangnya.

Kejadian ini tidak hanya dialami di Kota Tarakan tetapi hampir diseluruh Indonesia yang melaksanaan tes CAT seleksi calon Panwascam. Bahkan ada daerah belum bisa mengakses jaringan karena tidak bisa login.
“Bayangin saja seperti di Provinsi Banten yang dicari sekitar 750 orang Panwascam tapi yang ikut tes jumlahnya mencapai 10 ribu orang dan semuanya mengakses ke jaringan yang sama bagaimana ngak gangguan. Belum daerah lainnya seperti Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat dan beberapa daerah lainnya,†tambahnya.
Kota Tarakan merupakan salah satu daerah yang bisa login masuk ke server soal tes CAT di Bawaslu RI. Berbeda dengan Riau yang sampai sekarang belum bisa login.
“Seharusnya kita mulai tes pukul 09.00 wita pagi tapi pukul 9.30 wita baru bisa login dan baru mulai tesnya. peserta tadi sempat ada gangguan saat login dan enggak bisa menyelesaikan menjawabnya, dilanjutkan disesi kedua dengan mengerjakan soal yang belum terjawab tadi mengunakan nama dan soal yang sama seperti pertama login,†bebernya.
Bawaslu Kota Tarakan terus berkomunikasi dengan Bawaslu Provinsi Kaltara untuk menindaklanjuti permasalahan ini ke Bawaslu RI.
“Ternyata jawaban dari Bawaslu RI kejadian ini tidak hanya di Tarakan tetapi seluruh Indonesia. Untuk di Kaltara yang melaksanakan tes online hanya Tarakan saja,†ungkapnya.
Dari 50 orang yang lolos seleksi administrasi calon Panwascam Kota Tarakan, hanya 46 orang yang hadir mengikuti tes CAT. Dikonfirmasi 1 orang karena dinas keluar daerah sedangkan 3 orang tidak ada konfirmasi.(spo/aii)















Discussion about this post