TARAKAN – Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan berhasil gagalkan penyelundukan narkotika jenis sabu-sabu pada Kamis (1/7/2021) lalu. Sabu dibawa oleh seorang penumpang tujuan Tarakan ke Makassar.
Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan, Agus Priyanto menjelaskan, pengungkapan berawal saat petugas Avsec di SCP 1 atau X-Ray pertama curiga dengan barang bawaan penupang dan setelah diperiksa ternyata isinya diduga narkoba jenis sabu.
“jadi pada saat dilaksanakan pemeriksaan di SCP 1 atau X-Ray pertama itu ada hal yang mencurigakan disitu, kemudian di cek ulang karena masih menimbulkan kecurigaan akhirnya kita coba yang punya barang tersebut membuka, ternyata memang benar itu sabu-sabu setelah kita cek menggunakan alat pendeteksi narkoba melalui BNNP,” ungkapnya, Senin (5/7/2021).
Sabu tersebut dibawa oleh seorang penumpang tujuan Tarakan – Makassar menggunakan maskapai Lion Air, penerbangan siang. Agus mengatakan untuk modusnya pelaku menggunakan kue merk Apollo sebanyak 20 buah namun 16 buah isinya sudah diganti dengan sabu-sabu.
“Masing-masing berisi 25 gram sabu-sabu, jadi ada 16 cake Apollo kemudian 4 cake isinya masih sama (kue), sehingga totalnya 400 gram,” ungkapnya.

Selanjutnya, Bandara Juwata Tarakan melakukan koordinasi dengan BNNP Kaltara untuk ditindaklanjuti,”Informasi Alhamdulillah pelakunya tertangkap,” sambungnya.
Agus Priyanto menegaskan, pihaknya sangat komitmen dan support pemerintah dan BNN dalam rangka pemberatasan narkoba. Selama menjabat Agus mengatakan sudah 4 kali mengungkap penyelundupan sabu melalui bandara.
“Sudah 4 kali temuan dan modusnya macam – macam ada diatas 400 gram, kemudian satu lagi pakai botol cair. Setiap ada temuan pasti dikoordinasikan ke BNN karena domainnya ada di mereka baik BNNP maupun BNN kota mereka ataupun Polres kita ajak koordinasi kita hanya sebatas menemu mengelani. Kemudian kita harus tindak lanjutnya untuk mengadakan selanjutnya adalah domainnya mereka,” imbuhnya.
Sebelumnya, video pengungkapan sabu-sabu di bandara ini tersebar luas dibawa oleh seorang wanita atas nama (inisial) WE, dihadapan petugas yang bersangkutan mengaku tinggal di Tarakan dan akan pergi ke Makassar. (wic/iik)














Discussion about this post