TARAKAN, Fokusborneo.com – Industri kelapa sawit kerap kali berdiri di persimpangan jalan yang dilematis. Mengejar profit lewat produktivitas tinggi, atau mengerem demi menjaga kelestarian bumi.
Isu seksi inilah yang dibawa Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) langsung ke meja diskusi akademisi dalam gelaran “APKASINDO Goes to Campus”, Selasa (26/5/26).
Bertempat di Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan (UBT), puluhan mahasiswa ditantang untuk membedah tema krusial “Dilema Perkebunan: Produktivitas Versus Keberlanjutan”.
Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APKASINDO Kaltara, Muh. Khoirudin, SHI, menguliti realita lapangan yang dihadapi para petani sawit saat ini.
Menurutnya, industri sawit tidak boleh lagi terjebak dalam ego produksi semata.
”Dilema ini adalah tantangan nyata bagi generasi muda, khususnya mahasiswa agribisnis. Kita tidak bisa hanya mengejar hasil produksi tanpa memedulikan kelestarian lingkungan dan regulasi. Sustainability (keberlanjutan) adalah harga mati agar sawit kita tetap diterima di pasar global,” tegas Khoirudin di hadapan para mahasiswa yang menyimak dengan antusias.

Dalam diskusi interaktif yang berlangsung hangat, mahasiswa diajak berpikir kritis. Mereka membedah bagaimana sentuhan teknologi pertanian dan manajemen agribisnis modern dapat menjadi juru selamat meningkatkan hasil panen tanpa harus merusak ekosistem.
Kolaborasi ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak Program Studi Agribisnis UBT. Kegiatan ini dinilai sukses menjadi “jembatan” yang membawa realita industri kelapa sawit ke dalam ruang kelas, memberikan mahasiswa bekal konkret yang tidak ada di dalam buku teks kuliah.
Mahasiswa bisa memahami rantai pasok dan dinamika sawit secara komprehensif. Selain itu, membekali calon sarjana dengan sudut pandang praktisi sebelum terjun ke industri serta membuka peluang riset akademis yang aplikatif untuk menjawab masalah petani lokal.
Acara yang berlangsung dinamis ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama.
Sinergi antara APKASINDO Kaltara dan UBT ini diharapkan menjadi pemantik awal lahirnya inovasi-inovasi baru dari tangan mahasiswa demi masa depan perkebunan Indonesia yang lebih hijau dan sejahtera.(*/mt)















Discussion about this post