TARAKAN, Fokusborneo.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Dapot Sinaga, memberikan catatan kritis terhadap pola pelaksanaan proyek pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.
Ia menyayangkan kebiasaan pemerintah yang seringkali baru mengebut pengerjaan fisik maupun pengadaan di penghujung tahun anggaran.
Hal tersebut disampaikan Dapot dalam Rapat Paripurna XXI DPRD Kota Tarakan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025/2026 yang digelar di Ruang Pertemuan DPRD Kota Tarakan, Selasa (21/4/26).
Rapat ini beragenda Penetapan Rancangan Keputusan DPRD terkait Rekomendasi LKPJ Wali Kota Tarakan Tahun Anggaran 2025.
Dalam interupsinya, Dapot menekankan selain persoalan perencanaan dan anggaran, aspek waktu seringkali diabaikan pemerintah.
Ia menyoroti fenomena pengerjaan proyek selalu menumpuk di akhir tahun, baik yang bersumber dari anggaran murni maupun perubahan.
”Pekerjaan seluruh kegiatan yang ada di Kota Tarakan ini selalu di akhir tahun semua. Kita selalu berbicara perencanaan dan anggaran, tapi waktu jarang disampaikan. Padahal, waktu ini adalah output yang krusial,” ujar Dapot Sinaga.
Menurut politisi Hanura, pola kerja yang mepet berdampak langsung pada kualitas hasil pembangunan yang diterima masyarakat.
“Ketika proyek dikejar tayang demi mengejar tenggat kalender anggaran, ada risiko kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi secara maksimal atau kualitas fisik bangunan menjadi tidak optimal,” tegasnya.
Dapot memberikan ilustrasi seharusnya untuk anggaran murni, pengerjaan sudah menunjukkan progres signifikan pada semester kedua. Namun, kenyataannya hingga memasuki pertengahan tahun, seringkali belum terlihat aktivitas fisik yang berarti di lapangan.
”Nanti semua dikumpul di bulan-bulan akhir. Ini masukan untuk pembenahan pemerintah ke depan agar kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi tanpa harus terburu-buru oleh waktu,” tegasnya.
Rekomendasi ini diharapkan menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemkot Tarakan dalam menjalankan roda pembangunan pada tahun anggaran berjalan agar lebih tepat waktu dan tepat mutu.(*/mt)














Discussion about this post