TARAKAN, Fokusborneo.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino, mengungkapkan adanya perkembangan terbaru terkait penanganan limbah pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tarakan.
Beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dikabarkan mulai beralih menggunakan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) portabel.
”Saya dapat informasi ada beberapa yang mengambil IPAL portebel. Itu sistem yang secara teknis sudah siap, jadi tinggal diletakkan saja tanpa harus membangun instalasi dari awal,” ujar Simon Patino.
Meski penggunaan IPAL portabel dianggap lebih praktis, Simon menekankan pentingnya kesesuaian spesifikasi alat tersebut dengan standar yang ditetapkan.
Ia mempertanyakan apakah penggunaan model portabel ini sudah dikoordinasikan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
”Sampai saat ini saya belum dapat standar resmi IPAL dari BGN itu yang mana. Kita harus pastikan, jangan sampai sudah dibeli mahal-mahal ternyata tidak sesuai dengan pola yang kita butuhkan,” tegasnya.
Politisi Gerindra itu menambahkan dirinya mendapatkan instruksi langsung melalui Ketua DPRD Kota Tarakan untuk memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.
Hal ini menyusul adanya arahan pusat agar daerah lebih serius mengawal prosedur di lapangan.
Dalam waktu dekat, Komisi II berencana melakukan pemantauan langsung ke lokasi-lokasi SPPG untuk melihat progres perbaikan fasilitas sanitasi.
”Kemarin mungkin penanganan kita tidak terlalu keras karena masih awal. Tapi sekarang saya akan lebih intens dan agresif. Saya akan panggil atau langsung pantau ke lapangan,” kata Simon.
Tersendatnya masalah infrastruktur limbah ini berdampak langsung pada distribusi makanan kepada siswa sekolah di Kota Tarakan.
Simon berharap kendala teknis seperti IPAL ini segera tuntas agar program nasional tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh anak-anak.
”Harapan saya ini segera selesai. Hampir semua sekolah di Tarakan tertunda mendapatkan MBG karena banyak SPPG yang ditutup sementara untuk perbaikan. Kasihan anak-anak sekolah kita, mereka harus segera menikmati program ini,” pungkasnya.(*/mt)














Discussion about this post