TARAKAN, Fokusborneo.com – Komisi III DPRD Kota Tarakan menegaskan komitmennya dalam mengawal alokasi anggaran dan penyelesaian pembangunan Pasar Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah.
Hal ini disampaikan saat jajaran DPRD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kota Tarakan melakukan peninjauan lokasi proyek, Selasa (11/8/26).
Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, menjelaskan skema multiyears (tahun jamak) dipilih sebagai solusi untuk mensiasati keterbatasan anggaran dan efisiensi agar proyek yang sempat tertunda tersebut dapat diselesaikan secara berkelanjutan.
”Kita melihat bangunan ini perlu ditindaklanjuti. Karena terkendala anggaran dan adanya efisiensi, pemerintah menganggarkan melalui skema multiyears. Kalau hanya menggunakan satu tahun anggaran tidak memungkinkan untuk menyelesaikan program secara menyeluruh. Harapan kita, sebelum masa jabatan Walikota habis, bangunan ini sudah selesai,” ujar Randy.
Mengenai rincian anggaran, Randy mengungkapkan total anggaran yang dibutuhkan untuk menuntaskan seluruh pembangunan pasar tersebut diperkirakan mencapai Rp78 miliar. Untuk tahap awal di tahun 2026, pengerjaan dimulai dengan alokasi anggaran awal sekitar Rp7 miliar.
“Total anggarannya sekitar Rp78 miliar. Tahun 2026 ini kita mulai dengan Rp7 miliar terlebih dahulu. Target kita pada tahun 2029 mendatang seluruh bangunan Pasar Sebengkok ini sudah selesai dikerjakan,” jelasnya.
Bangunan Pasar Sebengkok dirancang setinggi tiga lantai dengan tambahan area basement untuk parkir. Gedung ini diproyeksikan mampu memuat sekitar 142 kios untuk menampung para pedagang agar tata kota menjadi lebih rapi dan dapat menggerakkan perekonomian daerah.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Randy Ramadhana Erdian hadir didampingi Sekretaris Komisi III Harjo Solaika serta Anggota Komisi III yakni Umar Rafiq, Ibrahim, dan Rathna. Turut mendampingi dari pihak teknis, Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Kota Tarakan, Sahbudi.(**)











Discussion about this post