TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Kapolda Kaltara) Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., menyampaikan Rilis Akhir Tahun 2025 di hadapan awak media, Rabu (31/12/2025). Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rupatama Bhara Daksa, Polda Kaltara, Tanjung Selor, dan dihadiri seluruh pejabat utama (PJU) Polda Kaltara.
Mengawali rilis akhir tahun, Kapolda Kaltara mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra. Ia menekankan pentingnya empati dan kepedulian bersama terhadap masyarakat yang tengah terdampak musibah.
Dalam paparannya, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan sejumlah capaian dan evaluasi kinerja Polda Kaltara sepanjang tahun 2025 di berbagai bidang.
Pada bidang lalu lintas, tercatat jumlah kecelakaan lalu lintas selama tahun 2025 sebanyak 301 kejadian. Angka tersebut mengalami kenaikan 30 kejadian atau 11,07 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 271 kejadian. Dari total kecelakaan tersebut, korban meninggal dunia sebanyak 34 orang, luka berat 187 orang, luka ringan 228 orang, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp789.630.000.
Di bidang pelayanan kesehatan, Polda Kaltara secara rutin memberikan layanan pemeriksaan kesehatan masyarakat (rikkesmas) setiap Minggu saat pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Tepian Tebu Kayan. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kolesterol, asam urat, gula darah, dan tensi.
Dalam penegakan hukum, Polda Kaltara berhasil mengungkap kasus tindak pidana korupsi di Bank Kaltimtara dengan nilai kerugian negara sebesar Rp208.378.011.254. Dalam perkara pemberian 47 fasilitas kredit kepada 16 debitur yang terafiliasi dengan Indi Daya Grup pada periode 2022–2024, polisi mengamankan enam tersangka dengan total plafon kredit mencapai Rp275,2 miliar.
Sementara itu, pada pengungkapan kasus narkoba, Polda Kaltara dan jajaran Polres/Ta sepanjang tahun 2025 berhasil mengungkap 265 perkara. Sebanyak 217 perkara atau 81,89 persen telah diselesaikan hingga tahap persidangan, dengan total 366 tersangka. Barang bukti yang diamankan antara lain sabu seberat 129.221,67 gram, ekstasi 4.823 butir, liquid 88,16 ml, serta ganja 131,86 gram.
Kapolda juga menyoroti peran Polda Kaltara dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari Asta Cita Presiden RI. Hingga 2025, tercatat luasan lahan produktif mencapai 1.288,97 hektare di lima Polres/ta jajaran. Lahan jagung yang telah ditanami seluas 597,57 hektare dengan total hasil panen 134,01 ton, serta 29,44 ton telah didistribusikan ke Bulog se-Kalimantan Utara.
Di bidang pembangunan sarana pendukung kesejahteraan masyarakat, Polda Kaltara membangun lima unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), melebihi target Mabes Polri sebanyak dua unit. Selain itu, Polda Kaltara juga menyalurkan beras SPHP Bulog melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan total penjualan 383.325 kilogram atau 101 persen dari target yang ditetapkan.
Tak hanya itu, Polda Kaltara turut melakukan pembangunan jembatan di wilayah Polresta Bulungan dan Polres Nunukan untuk mendukung konektivitas masyarakat di daerah terisolir, serta pemasangan tiang lampu penerangan tenaga surya (solar cell) di Desa Tanjung Buka SP 6 pada 29 Desember 2025.
Dalam rangka mewujudkan Polri Presisi, Kapolda Kaltara juga melaksanakan berbagai langkah strategis, di antaranya silaturahmi dengan media, masyarakat adat, serikat pekerja, komunitas ojek online, hingga Kesultanan dan Lembaga Adat Bulungan.
Menutup rilis akhir tahun, Kapolda Kaltara menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polda Kaltara atas dedikasi dan kerja keras selama tahun 2025. Ia menegaskan komitmen Polda Kaltara untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Kapolda juga mengapresiasi peran masyarakat dan insan pers atas kritik, saran, dan partisipasi yang diberikan sepanjang tahun. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama agar Polri semakin profesional, transparan, dan dipercaya oleh masyarakat.(**)














Discussion about this post