TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Rencana pembangunan markas Batalyon TP 922/Upun Taka di Kabupaten Tana Tidung mulai bergerak menuju tahap pelaksanaan. Sebelum alat dan pekerjaan fisik masuk ke lokasi, masyarakat bersama jajaran batalyon terlebih dahulu akan menggelar prosesi adat di wilayah Sebawang.
Prosesi tersebut bukan sekadar seremoni. Bagi jajaran Yonif TP 922/Upun Taka, kegiatan adat menjadi bentuk penghormatan terhadap masyarakat sekaligus ikhtiar agar pembangunan satuan pertama di Kabupaten Tana Tidung itu berjalan lancar dan membawa manfaat bagi daerah.
Danyon TP 922/Upun Taka Mayor Inf Michael Connis Tanaem mengatakan, rencana tersebut merupakan hasil pembahasan dan peninjauan bersama tim Kementerian Pertahanan (Kemhan) serta masyarakat. Prosesi adat ditargetkan berlangsung pada pekan ketiga Agustus 2026, meski tanggal pelaksanaannya masih menunggu kepastian.
“Rencananya pembangunan batalyon akan diawali dengan ritual prosesi adat. Untuk tanggal pastinya kami masih monitor karena masih menunggu alat yang akan didatangkan oleh pihak pengembang,” ujar Michael.
Setelah jadwal dipastikan, pihak batalyon akan berkoordinasi dengan masyarakat adat di sekitar Sebawang. Mereka akan bersama-sama mengikuti ritual sebagai bentuk doa dan rasa syukur sebelum pembangunan dimulai.
“Kami ingin bersama-sama berdoa dan bersyukur agar pembangunan batalyon ini berjalan dengan baik dan lancar sampai selesai. Harapannya tentu memberikan manfaat bagi masyarakat Tana Tidung,” katanya.
Di sisi lain, lokasi pembangunan masih menjalani proses pengukuran dan pengecekan. Luasan yang sementara dibahas berada di kisaran 100 hektare. Namun, Michael menegaskan angka tersebut belum final karena masih menunggu verifikasi dari Dinas Kehutanan.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan lokasi pembangunan tidak bersinggungan dengan lahan yang dimiliki atau dimanfaatkan masyarakat.
“Kurang lebih sekitar 100 hektare, tetapi kepastiannya masih dalam proses pengecekan ulang dari Dinas Kehutanan. Kami ingin memastikan lahan yang disepakati tidak bersentuhan dengan lahan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Michael, proses tersebut juga dilakukan bersama masyarakat. Saat peninjauan, sejumlah titik ditinjau langsung dan beberapa di antaranya digeser untuk menyesuaikan dengan kondisi lahan milik warga.
“Pada saat peninjauan kami sudah bertemu langsung dengan masyarakat dan melihat titik-titiknya. Ada beberapa titik yang kami geser karena menyesuaikan dengan masyarakat yang memiliki tanah tersebut,” ujarnya.
Dengan proses tersebut, pihak batalyon berharap tidak muncul persoalan di kemudian hari. Sosialisasi kepada masyarakat serta dokumen persetujuan juga akan disiapkan sebagai bagian dari proses pembangunan.
“Supaya semua masyarakat satu suara dan mengetahui bahwa pembangunan tersebut sudah berdasarkan kesepakatan masyarakat,” kata Michael.
Pembangunan Yonif TP 922/Upun Taka nantinya tidak hanya menghadirkan bangunan utama. Sejumlah fasilitas pendukung juga direncanakan dibangun secara bertahap, mulai dari kantor kompi, barak prajurit, perumahan, lahan pertanian hingga lapangan tembak.
Pembangunan fisik akan dilaksanakan oleh pihak ketiga dengan dukungan anggaran dari Kementerian Pertahanan. Sementara mengenai nilai anggaran, Michael menyebut pihaknya belum mengetahui secara rinci.
Untuk kekuatan personel, Yonif TP 922/Upun Taka diproyeksikan memiliki sekitar 1.190 personel jika struktur organisasi dan kebutuhan satuan telah terpenuhi sepenuhnya.
Saat ini, pemenuhan personel masih berlangsung secara bertahap. Michael menyadari proses pembangunan markas dan pengisian personel tidak bisa dilakukan sekaligus.
“Semua pasti membutuhkan waktu, termasuk pembangunan dan pemenuhan personel. Jadi semuanya akan berproses,” tuturnya.
Bagi Michael, pembangunan Yonif TP 922/Upun Taka memiliki arti tersendiri karena menjadi satuan batalyon pertama yang hadir di Tana Tidung. Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi modal penting agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
“Kita doakan bersama supaya semua proses ini berjalan dengan baik. Kehadiran Yonif TP 922 ini merupakan batalyon pertama di Tana Tidung, dan masyarakat maupun pemerintah juga menyambut serta mendukung,” pungkasnya.
Dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat sejak awal, pembangunan Yonif TP 922/Upun Taka diharapkan tidak hanya memperkuat keberadaan pertahanan negara di Tana Tidung, tetapi juga tumbuh berdampingan dengan masyarakat dan memberi manfaat bagi daerah.(hr)















Discussion about this post