Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Fokus · 9 Jan 2022 08:28 WITA ·

Curi Pagar Seng, Seorang Warga Tarakan Harus Berurusan Dengan Polisi


Curi Pagar Seng, Seorang Warga Tarakan Harus Berurusan Dengan Polisi Perbesar

TARAKAN – Seorang warga Kelurahan Karang Balik, Kota Tarakan harus berurusan dengan Polisi lantaran telah melakukan pencurian seng yang digunakan untuk pagar lahan milik Bank Indonesia (BI).

Kapolsek Tarakan Barat, Iptu Angestri melalui wakilnya Iptu Jumadi menerangkan, pada Senin 14 Desember 2021 lalu sekira pukul 14.00 Wita terduga pelaku inisial Fi dan As melakukan pencurian seng di Jalan Slamet Riyadi RT 26, Kelurahan Karang Anyar.

“Terduga pelaku mendatangi lokasi yang terletak di jalan Slamet Riyadi dengan mengendarai sepeda motor, Fi dan As berdua menuju lokasi, setelah sampai pelaku mencongkel pagar seng dengan menggunakan kayu,” terang Jumadi.

Selanjutnya, setelah berhasil membongkar seng tersebut sebanyak 6 lembar, pelaku kemudian menjualnya.

“Dijual harga Rp 20 Ribu per lembar, hasilnya kemudian dibelikan rokok dan makan,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengembangan, Polsek Tarakan Barat berhasil mengamankan pelaku inisial Fi di Jembatan bongkok beserta barang bukti sepeda motor.

“Setelah kita lakukan pengembangan motor tersebut merupakan milik menantu As pelaku Fi diamankan pada 5 Januari 2022,” katanya.

Polisi baru mengamankan terduga pelaku inisial Fi, sementara As saat ini masih dalam pengembangan dan penyidikan.

Fi merupakan warga Karang Balik sedangkan As warga Pantai Amal keduanya berprofesi sebagai pekerja bangunan.

Kanit Reskrim Polsek Tarakan Barat, Aiptu Sudiono mengatakan, dari laporan korban dalam kasus pencurian seng tersebut ada 20 lembar seng yang hilang dengan total kerugian Rp 1,8 Juta.

“Namun yang dicuri Fi dan As ini hanya 6 lembar, karena kedua belah pihak tidak keberatan dalam kasus ini maka kita putuskan Restorative Justice. Fi dan As wajib lapor dua kali seminggu,” pungkasnya. (wic/Iik)

 

Artikel ini telah dibaca 141 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aksi Damai Tuntut Edy Mulyadi Ditangkap, Kapolres Tarakan: Secepatnya Kita Sampaikan ke Atas

25 Januari 2022 - 10:42 WITA

Gudang Berikat Perumda Tarakan Aneka Usaha Resmi Beroperasi

24 Januari 2022 - 14:08 WITA

Untuk Pertama Kalinya Kota Tarakan Zero Kasus Covid-19 

22 Januari 2022 - 16:05 WITA

Usai Kunjungi Kubedistik Tarakan, Mensos Risma Kirimkan Bantuan Mesin Jahit dan Kursi Roda

21 Januari 2022 - 13:48 WITA

Polres Tarakan Musnahkan 1 Kilogram Lebih Narkotika Jenis Sabu dan Ganja

20 Januari 2022 - 15:29 WITA

Sidak Kamar Hunian, Petugas Lapas Tarakan Sita Sejumlah Handphone

20 Januari 2022 - 09:33 WITA

Trending di Daerah