LOMBOK, Fokusborneo.com – Skuad mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) sukses menggebrak panggung nasional.
Delegasi kampus terbesar di utara Indonesia ini berhasil memborong sederet penghargaan bergengsi dalam ajang Mandalika Essay Competition 8 (MEC 8) dan National Business Plan Competition 8 (NBPC 8) yang berlangsung di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 16–18 Mei 2026 lalu.
Kompetisi yang diinisiasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram berkolaborasi dengan Nusantara Muda dan Entrepreneurship Factory for Youth Community (ENTRE) ini menjadi panggung adu gagasan ilmiah, inovasi, dan ide bisnis solutif bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, kolaborasi lintas disiplin ilmu mahasiswa UBT mulai dari ekonomi, teknik, kedokteran, hingga pendidikan sukses mengonversi ide kreatif mereka menjadi raihan prestasi di tingkat nasional.
Salah satu sorotan utama dalam capaian ini adalah kepekaan delegasi UBT terhadap isu kesehatan mental. Melalui ajang Mandalika Essay Competition (MEC), tim UBT berhasil memadukan aspek medis, teknologi, dan pendidikan hingga berbuah dua medali sekaligus, yakni Silver Medal melalui inovasi perangkat “Sulaharing” dan Bronze Medal lewat gagasan “Kurikulum Genmas”.
Putra Yoka Zidane Alfarisi, salah satu perwakilan delegasi dari Program Studi Kedokteran yang akrab disapa Zidane, membagikan pengalamannya selama mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya, sinergi antardisiplin ilmu menjadi kunci utama keberhasilan tim dalam meyakinkan dewan juri.
“Isu kesehatan mental di era digital sangat kompleks, sehingga tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut pandang. Dalam tim, kami mengolaborasikan ilmu kedokteran, teknologi komputer, akuntansi, hingga pendidikan. Tantangannya justru bagaimana menyatukan berbagai perspektif tersebut menjadi solusi yang aplikatif dan relevan,” ujar Zidane, Selasa (2/6/2026).
Zidane menambahkan, atmosfer kompetisi di Mataram berlangsung sangat kompetitif karena diikuti oleh berbagai universitas ternama dari seluruh Indonesia.
“Jujur, kami sangat bangga bisa membawa nama UBT di tingkat nasional. Medali ini kami persembahkan untuk kampus tercinta, dosen pembimbing, dan seluruh rekan-rekan di Tarakan yang terus memberikan dukungan sejak awal persiapan,” imbuhnya.
Pada kategori teknologi MEC 8, tim UBT berhasil meraih Silver Medal melalui karya berjudul “Sulaharing: Integrasi Web Diagnosis dan IoT Smartwatch untuk Deteksi Dini serta Pendampingan Terapi Depresi.”
Tim ini diketuai Irdan Ramadhani dari Program Studi Teknik Komputer dengan anggota Nur’Aini dan Ersah Atthbarry Rahmadinata dari Program Studi Akuntansi, Putra Yoka Zidane Alfarisi dari Program Studi Kedokteran, serta Armando Dewantoro dari Program Studi Teknik Komputer. Tim tersebut dibimbing Kharis Hudaiby Hanif, S.Pd., M.Kom.
Prestasi lainnya diraih pada kategori pendidikan melalui karya berjudul “Kurikulum Genmas: Reformasi Sistemik Pendidikan Nasional Berbasis Kesehatan Mental untuk Mengontrol Tingkat Gangguan Kecemasan Remaja di Era Digital” yang berhasil memperoleh Bronze Medal.
Tim ini diketuai oleh Ersah Atthbarry Rahmadinata dari Program Studi Akuntansi dengan anggota Nur’Aini dari Program Studi Akuntansi, Aisha Shalsabilla Nur’hikmatul Alliyah Burhan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta Putra Yoka Zidane Alfarisi dari Program Studi Kedokteran. Tim tersebut dibimbing Dr. Arifin, S.Pd., M.Pd.
Tak hanya berprestasi di bidang esai, taring mahasiswa UBT juga mencuat pada ajang National Business Plan Competition (NBPC) 8 melalui inovasi produk ramah lingkungan yang berhasil meraih podium.
Tim BIOSOLVA sukses merebut Juara 2 Kategori Lingkungan sekaligus penghargaan Best Presentation dengan mengusung karya bertajuk “BIOSOLVA: Inovasi Kemasan Biodegradable dari Limbah Sawit dan Miselium Jamur.”
Tim ini diketuai Irfan Selutan dari Program Studi Ekonomi Pembangunan dengan anggota Owen Petit dari Program Studi Ekonometrika Pembangunan dan Nina Lolita Putri dari Program Studi Manajemen, di bawah bimbingan Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si.
Sementara itu, tim Ricraft juga berhasil meraih Juara 2 (Silver Medal) melalui inovasi bertajuk “Ricraft: Inovasi Pemanfaatan Limbah Nasi menjadi Produk Biodegradable Ramah Lingkungan.”
Tim tersebut beranggotakan Fauziah Mulia Amanda, Muhammad Nur Hidayat, dan Arya Satya Zuhdi dari Program Studi Manajemen dengan dosen pembimbing Nurjannatul Hasanah, S.E., M.M.
Kedua karya pada MEC maupun inovasi bisnis yang diusung dalam NBPC menunjukkan kemampuan mahasiswa UBT dalam menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan masyarakat, mulai dari isu kesehatan mental hingga pengelolaan limbah dan keberlanjutan lingkungan.
Rentetan prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UBT mampu merumuskan gagasan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas disiplin ilmu yang terus berkembang di lingkungan UBT.
Keberhasilan gemilang ini tentu tidak diraih secara instan. Pihak delegasi menyampaikan apresiasi mendalam dan terima kasih sebesar-besarnya kepada rektorat UBT atas segala dukungan fasilitas dan akomodasi yang diberikan selama kompetisi.
“Saya mewakili teman-teman juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, memberikan bimbingan intensif, serta kepada Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang terus memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi,” ujar Zidane.
Sinergi solid ini diharapkan mampu melecut motivasi mahasiswa UBT lainnya untuk terus menembus batas, berinovasi, dan kembali mengharumkan nama almamater di berbagai kompetisi pada masa mendatang.(*/mt)














Discussion about this post