TARAKAN, Fokusborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan memberikan apresiasi terhadap langkah PT Asuransi Askrindo yang menggelar sosialisasi program asuransi mikro bagi masyarakat. Program ini dinilai sangat strategis mengingat Kota Tarakan merupakan kota jasa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan.
Selain pihak Askrindo, agenda pertemuan tersebut juga turut mengundang perwakilan dari Bank Tabungan Negara (BTN) serta perwakilan Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Tarakan.
Dalam sosialisasi tersebut, pihak Askrindo memberikan pemaparan mengenai berbagai produk, layanan, serta manfaat asuransi yang berfokus pada proteksi usaha mikro.
Mengingat sebagian besar warga Tarakan bekerja sebagai nelayan yang memiliki aset berupa perahu, kapal, mesin, hingga alat tangkap, kehadiran asuransi ini diharapkan dapat menjadi jaring pengaman ekonomi yang efektif.
”Salah satu poin penting yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah nilai premi yang sangat ramah di kantong masyarakat kecil. Premi asuransi mikro ini berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000 saja per tahun,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Tarakan, Edi Patanan, Kamis (4/6/26).
Dengan biaya yang sangat terjangkau tersebut, masyarakat sudah bisa mendaftarkan aset-aset penting mereka. Skema perlindungan yang ditawarkan meliputi aset Kapal, perahu, mesin kapal, hingga alat-alat tangkap ikan jika terjadi kerusakan atau tenggelam.
Selain itu, juga ada perlindungan untuk rumah tinggal seperti risiko kebakaran serta kendaraan bermotor. Termasuk perlindungan bagi para pelaku usaha kecil yang memiliki warung.
“Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau kerusakan pada aset yang telah didaftarkan, pemegang polis dapat mengajukan klaim ganti rugi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan menegaskan meski pemerintah tidak memberikan bantuan secara materiil dalam pembiayaan premi ini, program mandiri ini dinilai sangat membantu.
Ia mendorong agar PT Asuransi Askrindo lebih masif lagi dalam melakukan sosialisasi langsung ke tengah-tengah masyarakat agar manfaat program ini dapat tersampaikan secara merata.
”Sebenarnya program ini sangat membantu. Kita sebagai masyarakat tentu tidak menginginkan hal-hal negatif terjadi pada diri kita, namun ini adalah bentuk antisipasi. Hal-hal buruk atau musibah di laut bisa saja terjadi kapan saja, dan asuransi ini hadir sebagai langkah proteksi,” ujarnya.
Terkait teknis administrasi dan rincian kesepakatan klaim, nantinya akan diatur dan disepakati bersama secara transparan antara pihak pemohon (nelayan/warga) dengan pihak perusahaan asuransi.(*/mt)













Discussion about this post