Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Politik · 19 Sep 2022 17:28 WITA ·

Bersama Rakyat, PKS Terus Suarakan Penolakan Kenaikan Harga BBM


Perwakilan Bidang Pembinaan Wilayah DPP PKS Zaenal Hasyim. Foto : Fokusborneo.com Perbesar

Perwakilan Bidang Pembinaan Wilayah DPP PKS Zaenal Hasyim. Foto : Fokusborneo.com

TARAKAN – Bersama rakyat, Partai Keadilan Sosial (PKS) terus menyuarakan penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurutnya, kenaikan BBM ini semakin membuat rakyat Indonesia menderita ditengah kondisi perekonomian sekarang setelah pandemi Covid-19.

Hal itu, disampaikan Perwakilan Bidang Pembinaan Wilayah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Zaenal Hasyim saat menghadiri pendidikan politik dan sosialisasi nasional konsepsi dasar partai di Hotel Lotus Kota Tarakan, Sabtu (17/9/22).

“Setelah pandemi kan ekonomi masyarakat terpuruk kan. Kalau BBM naik apa kah akan semakin baik, malah semakin membuat terpuruk kan dan sengsara,” kata Hasyim.

Ditegaskan Hasyim, atas dasar tersebut, PKS dimana-mana menyuarakan penolakan kenaikan BBM. Ia menilai pemerintah belum berhasil mengangkat perekonomian Indonesia pasca pandemi Covid-19.

“Protes ini menunjukan bahwa PKS bersama rakyat. Harapan kami kenaikan dibatalkan dan direvisi kembali, karena Malaysia saja harganya lebih rendah dari Indonesia dan malahan diturunkan lagi sama pemerintahnya,” beber Hasyim.

Apabila, dijelaskan Hasyim harga minyak dunia mengalami penurunan. Justru terbalik di Indonesia harga BBM naik, ini yang menjadi pertanyaan PKS.

“Sebenarnya ada apa dengan negara ini. Karena negara tidak bisa mengakomodir, akhirnya BBM dinaikan artinya beban negara dibebankan kepada rakyat padahal rakyat sudah menderita,” beber Hasyim.

Suara penolakan kenaikan BBM ini, disampaikan kader PKS mulai dari tingkat atas sampai bawah. Baik kader PKS yang duduk di DPR RI, DPRD Provinsi maupun di DPRD Kabupaten dan Kota.

“Ini terus disuarakan. Bahkan kemarin Fraksi PKS di DPR RI walk out dari sidang paripurna. Kalau pemerintah punya nurani, ya semestinya mempertimbangan suara wakil rakyat dan suara rakyat,” ujar Hasyim.(Mt)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Tarakan akan bawa Persoalan Sengketan Lahan di Kawasan Bumi Perkemahan Binalatung ke Kemenhan

26 September 2022 - 19:42 WITA

Bertambah Penduduk, Hasan Basri Dorong Pemerintah Tambah Kuota Ibadah Haji

26 September 2022 - 15:10 WITA

Bupati KTT Apresiasi Sosialisasi Netralitas ASN oleh Bawaslu KTT

23 September 2022 - 17:04 WITA

Kabar baik, Rencananya PPDB 2023 ada Penambahan 15 Rombel untuk SMA Negeri di Tarakan

23 September 2022 - 11:56 WITA

DPRD Tana Tidung Apresiasi Pemkab Terima Rekor Muri Ketupat Terbanyak

21 September 2022 - 14:22 WITA

DPRD Kaltara Sidak Harga Sembako di Pasar, Ternyata Ini Penyebab Inflasi

21 September 2022 - 06:09 WITA

Trending di Ekonomi
error: Alert: Content is protected !!