Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Fokus · 11 Jun 2021 18:27 WITA ·

Kepala BNNP Kaltara: Narkoba Dari Malaysia Seperti Air Tak Terbendung


Brigjen Pol Samudi Saat Memimpin Pemusnahan Narkoba Asal Malaysia. foto: fokusborneo.com Perbesar

Brigjen Pol Samudi Saat Memimpin Pemusnahan Narkoba Asal Malaysia. foto: fokusborneo.com

TARAKAN – Letak Geografis Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang merupakan daerah perairan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia sangat rawan dan kerap menjadi pintu masuk narkoba ke Indonesia.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara, Brigjen Pol Samudi mengatakan BNNP Kaltara sangat menyanyangkan pemerintah Malaysia terkesan acuh jika narkoba masuk ke Indonesia.

“Padahal perjanjian sudah ada, kerjasamanya sudah ada untuk bersama sama memberantas narkoba,” ungkapnya, Rabu (9/6/2021).

Meski sudah ada kerjasama antara Indonesia dan Malaysia untuk bersama sama memberantas narkoba, namun kenyataanya narkoba masuk dari Tawau Malaysia ke Indonesia seperti air yang sudah tidak terbendung.

“Seperti air tidak terbendung dan terus, akhirnya kita seperti pemadam kebakaran, kita yang selalu kewalahan untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan,” terangnya kepada fokusborneo.com.

Jenderal Bintang Satu ini mengatakan, jika misalkan negara Malaysia komitmen dan kosisten serta peduli pemberantasan peredaran narkoba tentu jauh lebih ringan dan mudah sehingga tidak terlalu banyak masuk ke Indonesia.

“Itu yang pintunya dari Tawau, belum pintu masuk Batam, Dumai, itu juga sama dari Malaysia semua,” sambungnya.

Artinya disini seperti ada kesengajaan atau pembiaran pengedar membawa narkoba masuk ke Indonesia. Namun sebaliknya jika narkoba masuk ke Malaysia pemerintah sangat tegas.

Kepala BNNP Kaltara mengatakan, hampir semua barang bukti narkoba yang diungkap merupakan narkoba dari Malaysia, artinya dari Malaysia tidak serius dalam menangani narkoba.

“Nyatanya kita tangkap (narkoba) beberapa bulan ini, dan terakhir bahkan sangat besar sampai 20 kilogram lebih, itu yang kita ungkap belum yang lolos,” ungkapnya.

BNNP Kaltara juga mengakui kekurangan sarana prasarana, dengan kondisi demografis serta geografis Kaltara perairan BNNP tidak memiliki sarana prasarana perairan seperti speedboat.

Maka dalam melakukan penyelidikan dan pengungkapan kasus di perairan BNNP Kaltara bekerjasama dengan instansi terkait salah satunya Bea Cukai Tarakan yang memiliki sarana lengkap. (wic/iik

Artikel ini telah dibaca 1.013 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

750 PKL dan Warung di Tarakan Terima Bantuan Rp1,2 Juta

16 Oktober 2021 - 10:35 WITA

Gandeng Tokoh Politik Nunukan, Polda Kaltara Salurkan Bansos Kepada Warga

15 Oktober 2021 - 15:15 WITA

Program Peduli Covid-19, Polda Kaltara Salurkan Bansos Kepada Warga Nunukan

15 Oktober 2021 - 14:48 WITA

Waspada Penipuan Berkedok Lelang, KPKNL Tarakan Terima 2 Aduan 

14 Oktober 2021 - 20:23 WITA

Tidak Diijinkan Pasang Sambungan Listrik Baru, Warga di 5 RT Pantai Amal Ngadu Ke DPRD

14 Oktober 2021 - 11:57 WITA

Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar

11 Oktober 2021 - 18:10 WITA

Trending di Daerah